Foto : Ron Paul (AP)
KANSAS - Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Ron Paul mengingatkan bahwa AS mulai menjelma menjadi negara fasis yang didominasi oleh pejabat dan pengusaha.
Klaim berani dari Paul diutarakan saat kakek berusia 76 tahun itu berkampanye di Kota Kansas, Missouri. Paul berkampanye di depan museum Perang Dunia I dan mengatakan dengan tegas bahwa AS sudah kelewatan ketika dipimpin oleh mantan Presiden Woodrow Wilson.
Paul menganggap Wilson sudah menyeret AS ke Perang Dunia I, namun tidak berhasil membuahkan hasil yang baik.
"Kita sudah keluar dari jalur, dari pemerintahan republik. Kita semua mulai menjelma menjadi negara dengan sistem pemerintahan fasis karena negara ini dikuasai oleh para pejabat dan pengusaha. Hak-hak asasi para warga AS mulai ditindas," ujar Paul, seperti dikutip Daily Mail, Senin (20/2/2012).
Beberapa anggota dari Partai Republik di Kansas juga mengatakan, dirinya setuju dengan komentar yang dilontarkan Paul. Dirinya bahkan mengakui AS sudah mulai menjadi sebuah negara fasis. Selain itu, Paul bahkan mendapat pujian darinya.
"Kebijakan luar negeri yang digagas oleh Paul, pada dasarnya akan menciptakan perdamaian," ujar salah seorang anggota komite Partai Republik AS Raplh Munyan.
Paul pun tak henti-hentinya mengecam Presiden Barack Obama yang menempatkan tersangka manapun yang terlibat dalam jaringan militan Al Qaeda, ke penjara militer. Paul bahkan berniat untuk menyerang Obama untuk yang kesekian kalinya, untuk mengkritisi kebijakan penahanan presiden berkulit hitam itu.(AUL)