MOSKOW - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negara perlu segera memodernisasi kekuatan militernya. Ini dilakukan agar Rusia siap untuk mengantisipasi ancaman.
Pandangan Putin yang mengincar kursi Presiden Rusia ini, dilayangkannya pada suratkabar milik pemerintah Rossiyskaya Gazeta.
"Di tengah gejolak ekonomi global dan masalah lainnya, selalu ada godaan untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan militer," tulis Putin dalan Rossiyskaya Gazeta seperti dikutip Associated Press, Senin (20/2/2012).
"Tidak heran banyak kekayaan alam bisa jadi diincar oleh negara lain dan tentunya mengganggu kedaulatan nasional Rusia," lanjutnya. Putin tidak menyebutkan negara mana yang mengincar kekayaan Rusia, tetapi dirinya kerap menuduh Amerika Serikat (AS) yang berusaha melemahkan Negeri Beruang Merah itu.
Putin pun mengatakan bahwa pemerintah berencaa untuk mengeluarkan anggaran sebesar 23 triliun rubel atau sekira Rp6,965 triliun (Rp302,8 per rubel). Rencana uang itu akan digunakan untuk pembelian 400 rudal balistik antar benua.
Mantan anggota KGB ini juga berencana untuk membeli 600 jet tempur dengan anggaran tersebut. Termasuk juga membeli puluhan kapal selam dan kapal perang serta puluhan ribu kendaraan tempur.
Dirinya pun menegaskan bahwa Rusia akan merespons misil pertahanan AS, dengan mengembangkan senjata yang mampu untuk melawannya. Yang dimaksud Putin ini adalah misil pertahanan Eropa yang dikembangkan bersama North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Pria berusia 59 tahun ini, menepis klaim AS bahwa misil pertahanan tersebut ditujukan untuk mencegah misil Iran. "(Misil) ini dibuat untuk mengatasi nuklir Rusia," tutur Putin.
Selain membeli persenjataan, Putin juga berniat untuk merubah fokus dari pabrik pembuat senjata Rusia. Dirinya menjanjikan akan membuat peluang swasta dalam produksi senjata.
(faj)