MEKSIKO - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Rodham Clinton menilai Rusia dan China telah bertindak salah dengan mendukung kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Dia meminta kedua negara itu mengubah posisinya.
"Mereka (Rusia dan China) salah membuat keputusan mendukung Presiden Bashar al-Assad, yang terus melakukan aksi kekerasan terhadap pelaku protes yang sudah berlangsung 11 bulan," ucap Clinton seperti dikutip Reuters, Selasa (21/2/2012).
"Saya akan menggunakan hubungan diplomatis untuk meyakinkan Rusia dan China merubah posisi mereka tentang Suriah," lanjutnya.
Mantan Ibu Negara AS tersebut menyebutkan pertemuan negara Arab di Tunisia pekan depan, akan menunjukan bahwa rezim Assad makin terisolasi di Timur Tengah dan dunia tentunya.
Sebelumnya, Rusia dan Suriah menggunakan hak veto saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengeluarkan resolusi untuk Iran. Resolusi yang disponsori oleh Liga Arab tersebut akhirnya gagal diterapkan untuk Suriah.
Rusia dan China menganggap bila resolusi ini diterapkan, hanya akan menambah parah aksi kekerasan yang terjadi di negara tersebut.
Sontak veto tersebut, langsung mengundang kecaman negara lain, Rusia serta China pun dianggap mendukung kekerasan di Suriah.
(faj)