Getting Time...

Israel Bukan Tandingan Iran

Khairisa Ferida
Selasa, 21 Februari 2012 09:25 wib
Pesawat Tempur Israel (Foto: RIA Novosti)
Pesawat Tempur Israel (Foto: RIA Novosti)
WASHINGTON - Seorang analis mengatakan, kekuatan udara Israel bukanlah tandingan Iran. Bahkan secara lebih tegas analis itu menyebutkan, Israel masih kekurangan pesawat tempur jika ingin menyerang Iran.

"Intinya adalah meskipun Israel unggul dalam beberapa penyerangan seperti serangan terhadap reaktor nuklir Irak pada tahun 1981 dan serangan terhadap fasilitas nuklir Suriah  yang tengah dalam tahap pembangunan empat tahun lalu, namun Iran adalah cerita lain. Israel tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau Iran, bahkan negara ini tidak memiliki persenjataan yang cukup canggih untuk merusak fasilitas nuklir bawah tanah Iran, baik yang terkubur di bunker ataupun di area pengunungan," ujar seorang analisis kepada The New York Times seperti dikutip Arutz Sheva Selasa, (21/2/2012).

Sementara itu pernyataan seorang mantan anggota intelijen Amerika Serikat (AS) Letnan Jenderal David A Depulta menguatkan pernyataan analis tersebut.

"Hanya satu negara superpower di dunia ini yang dapat melakukan serangan itu, yakni AS. Israel cukup memilih negara mana yang ingin diserang," ujarnya.

Artikel di The New York Times ini dilansir ketika penasihat keamanan nasional Presiden Barack Obama, Tom Donilon justru tengah berada di Yerussalem untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu. Meski tidak ada konfirmasi pasti terkait hal yang dibicarakan kedua pihak, namun sebuah sumber menyebutkan kedatangan Tom Donilon ke Israel untuk memperingatkan negara itu agar membatalkan rencana serangannya ke Iran.

Sebelumnya diperkirakan butuh waktu satu bulan untuk menyelesaikan skenario serangan Israel ke Iran. Jika hal ini benar-benar terjadi, maka serangan ini akan menimbulkan perang di kawasan Timur Tengah dan ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz akan menjadi kenyataan.

Sejumlah pejabat AS menilai, Israel tidak perlu menyerang Iran karena sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS terhadap Iran dinilai sudah menunjukkan hasilnya.

"Ini hanya masalah waktu sampai akhirnya Iran menyadari mereka harus mengubah kebijakan program nuklirnya atau akan menghadapi bencana ekonomi," imbuh sejumlah pejabat AS.(rhs)
  • mimin » 0 Tanggapan
    mimpi lagi kamu Masss...
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Maman » 0 Tanggapan
    zionis i****l pasti takut,karena sbntar lagi negaranya akan dilenyapkan dari peta dunia oleh iran.... ayo iran maju terus jangan takut sama AS & CSx
    Beri Tanggapan Laporkan
  • toro » 0 Tanggapan
    i****l tidak bisa bertahan selama 1 minguu jika benar2 berperang dgn iran. apalagi pakistan sudah berkomitmen membantu iran dengan rudal nuklirnya seandainya perang terjadi. begitupun Hamas, Hizbullah , Suriah mereka sudah berafiliasi dan 1 tujuan untuk bersama sama melenyapkan zionis, serta hegemoni amerika serikat. sekarang pertanyaanya berani gak i****l berperang dng iran? atau hanya gertak sambel saja??>> saya yakin c***a dan Rusia tdk akan tinggal diam mengingat hanya iran serta suriahlah sumber minyak mereka saat ini, disaat yang lain ( a**b saudi, qatar, bahrain ) adalah antek2 zionis dan amerika, yang tentunya tdk mau memberikan setetespun minyakny jk tdk ada maksud didalamnya. kekuatan dunia baru telah lahir , iran kita akui sdh menjadi regional power di timur tengah saat ini dengan pencapaian teknologi yang canggih dan modern serta tak kalah dgn bangsa-bangsa barat walaupun mendapat sanksi sepihak dari amerika beserta antek2nya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit