MOSKOW - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin diperkirakan akan memenangkan pemilu putaran pertama pada Maret mendatang. Perkiraan ini diperoleh dalam sebuah poling yang dilakukan pemerintah.
Putin berharap dapat memenangkan pemilu 4 Maret mendatang, tepat di saat dirinya dirudung protes dari kalangan oposisi. Protes dilakukan, karena Putin dianggap sebagai pempina otoriter yang berkuasa lewat sistem yang korup dan sistem politik ketat.
Mantan agen KGB tersebut memang kerap berpikiran bahwa dirinya akan meraih kemenangan penuh dalam pemilu. Lewat poling yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Publik Rusia (VTsIOM), Putin diyakini akan memenangkan pemilu dengan raihan suara hingga 58,6 persen.
"Putin akan meraih kemenangan besar," ucap Direktur VTsIOM Valery Fedorov seperti dikutip Reuters, Selasa (21/2/2012).
Perkiraan itu didasarkan dari poling yang dilakukan kepada 1.600 warga Rusia bulan ini. Sementara di peringkat kedua diraih oleh veteran tokoh komunis Rusia Gennady Zyuganov yang diperkirakan menang 14,8 persen.
Perubahan sikap dari rakyat Rusia terhadap Putin di beberapa kota besar, telah menimbulkan spekulasi bahwa Putin hanya akan memenangkan kurang dari separuh suara. Ini tentunya merendahkan klaim bahwa Putin didukung penuh oleh rakyat.
Tetapi sepertinya Putin sudah mempersiapkan kondisi tersebut. Dirinya mengaku siap untuk menjalani pemilu putaran kedua. Meskipun dia diperingatkan dapat menyebabkan ketidakstabilan politik Negeri Beruang Merah.
(faj)