Foto : Bom di Bangkok (AP)
BANGKOK - Warga Iran yang melakukan pengeboman di Kota Bangkok, Thailand, menyimpan bahan peledaknya di sebuah radio murahan seharga USD27 atau sekira Rp244 ribu.
Aparat keamanan di Thailand menemukan radio murahan itu di markas para pelaku bom. Radio itu dikemas dengan sebuah bantalan guna mencegah kerusakan. Terdapat enam buah magnet di radio tersebut.
Pemicu granat dipasang di radio murah buatan China tersebut. Ketika picu dicabut, bahan peledak yang ada di radio itu akan meledak dalam waktu empat detik. Meski demikian, masih belum jelas bagaimana perangkat bom itu bisa masuk ke Thailand. Beberapa pihak menduga, radio itu dimasukkan ke dalam kantong surat diplomatik. Demikian seperti diberitakan Daily Mail, Rabu (22/2/20120).
Serangan bom tersebut tak sengaja melukai beberapa orang, Thailand pun menuding serangan itu ditujukan untuk para utusan Israel yang ada di Thailand. Seorang pria Iran bernama Saeid Moradi dan dua koleganya pun menjadi tersangka. Saat peristiwa berlangsung, Moradi mencoba untuk memanggil taksi. Namun sopir taksi itu menolak untuk berhenti, Moradi langsung melempar bomnya dan melukai empat orang.
Ketika Moradi mencoba melempar bom keduanya, bom itu memantul ke arahnya dan meledakkan kakinya sendiri.
Hingga saat ini, Moradi dan dua orang warga Iran lainnya masih ditahan dan diperiksa. Pejabat Thailand juga memburu dua orang dan seorang perempuan yang diduga juga terlibat dalam insiden bom tersebut.(AUL)