Foto : Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast (iranhumanrights)
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanparast mengecam kebijakan standar ganda Barat terhadap Suriah. Dirinya juga menyebut bahwa apa yang saat ini terjadi di Suriah adalah suatu hal yang memenuhi kepentingan Israel.
"Apa yang terjadi di Suriah, adalah hal yang diinginkan oleh Israel karena peristiwa itu menguntungkan Israel," ujar Mehmanparast, seperti dikutip SANA, Rabu (22/2/2012).
Mehmanparast menegaskan, negara-negara Barat tidak mencoba untuk memecahkan masalah yang terjadi di Suriah. Barat hanya berupaya untuk memenuhi kepentingan nasionalnya lewat krisis Suriah.
"Bila memang mereka ingin menyelesaikan krisis Suriah, mereka harus membangun situasi yang kondusif dengan mengadakan dialog internal dan membantu proses reformasi Suriah," imbuhnya.
Iran bahkan mejelaskan, bila instabilitas politik di Suriah terus berlanjut, kondisi di Timur Tengah juga akan mengalami hal yang sama. Iran sendiri merupakan negara yang menolak adanya intervensi terhadap Suriah.
Menurut salah seorang pejabat diplomatik Iran, mayoritas warga Suriah masih loyal dan mendukung Presiden Bashar al Assad. Meski banyak negara Arab dan Barat serta beberapa pihak oposisi di Suriah mendesak Assad agar mundur dari jabatannya.
Sementara itu Rusia juga menilai, kekerasan yang terjadi di Suriah tidak dilakukan oleh Pemerintah Suriah secara 100 persen. Kekerasan itu juga melibatkan pihak oposisi yang melakukan serangan ke para loyalis Presiden Assad.(AUL)