Getting Time...

PM Israel Benarkan Pesimisnya Atas Revolusi Mesir

Aulia Akbar
Rabu, 22 Februari 2012 15:40 wib
Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu (national confidential)
Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu (national confidential)
YERUSALEM - Perdana Menteri Israel mengklaim sikap pesimisnya terhadap revolusi Mesir dan Arab Spring adalah benar.

Pada 25 Januari, Netanyahu memperingatkan akan adanya revolusi di Mesir yang kemungkinan akan dilakukan oleh kelompok Ikhwanul Muslimin (IM). Hingga saat ini, kelompok Islam di negara-negara seperti Tunisia, Mesir, dan Libya mulai mendominasi pemerintahan setelah mereka menumbangkan rezim yang berkuasa. Netanyahu pun melihat hal itu sebagai ancaman bagi Negeri Yahudi.

"Apa yang saya saksikan adalah perubahan yang sangat besar di wilayah kami, kami harus menghabiskan banyak waktu untuk mempertahankan diri," ujar Netanyahu, seperti dikutip Egypt Independent, Rabu (22/2/2012).

"Keamanan regional tidak dapat dijamin secara otomatis dalam beberapa tahun kedepan karena kelompok Islam mulai menguasai dunia Arab," imbuhnya.

Mesir merupakan negara Arab pertama yang membuat perjanjian damai dengan Negeri Yahudi pada 1979 lewat perjanjian Camp David. Anwar Sadat yang saat itu menjadi Presiden Mesir dibunuh dua tahun setelah perjanjian damai Mesir dan Israel tercapai. Meski demikian Husni Mubarak yang menggantikan Sadat meneruskan perjanjian tersebut dan mendapat dukungan dari Amerika Serikat (AS).

Seiring dengan munculnya Ikhwanul Muslimin sebagai partai yang unggul di Mesir, para Ikhwan mulai mengancam akan menggagalkan perjanjian tersebut bila AS menekan Mesir. Belakangan ini, AS sempat mengancam akan menghentikan bantuan ke Mesir seiring dengan adanya kasus penahanan terhadap 19 aktivis asal AS.

AS pun masih berseteru dengan Mesir terkait masalah penahanan aktivis tersebut. Mesir menahan para aktivis itu karena aktivis-aktivis itu diduga menjadi pihak yang mendanai kelompok LSM, yang memicu aksi kerusuhan di Mesir. Selain itu, Mesir juga menganggap para aktivis mencoba untuk mendirikan cabang organisasi internasional di Mesir tanpa izin.(AUL)
TWITTER »
twit