Foto : Menlu Australia Kevin Rudd (telegraph)
CANBERRA - Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd memutuskan untuk undur diri dari jabatannya hari ini. Dirinya pun mengatakan, tidak lagi sanggup bekerja tanpa dukungan Perdana Menteri Julia Gillard.
"Saya tidak lagi dapat menjabat sebagai menteri luar negeri bila saya tidak mendapatkan dukungan dari Perdana Menteri Gillard. Saya yakin, salah satu keputusan yang terhormat adalah mundur dari jabatan ini," ujar Rudd, seperti dikutip AFP, Rabu (22/2/2012).
Pemerintah Australia masih diwarnai oleh kekhawatiran dengan adanya dugaan bahwa Rudd, yang dahulu digulingkan Gillard saat menjabat sebagai perdana menteri, masih dianggap sangat populer di kalangan rakyat. Rudd pun sempat menampik adanya tuduhan yang mengatakan bahwa dirinya merencanakan tindakan untuk meraih kembali kursi perdana menteri.
Menurut poling dari Nielsen, Rudd mendapatkan suara sebanyak 57 persen sementara itu, Gillard hanya mendapatkan 35 persen.
Gillard sebelumnya juga sudah yakin bahwa dirinya mendapatkan dukungan dari mayoritas anggota Parlemen Australia yang berasal dari Partai Buruh. Perdana menteri perempuan itu juga sempat mengklaim bahwa Rudd tidak memiliki dukungan yang cukup banyak.
Pada Senin lalu, Gillard bahkan sempat didesak untuk memecat Rudd dari jabatannya, karena krisis kepemimpinan kerap terjadi di Negeri Kangguru tersebut. Suratkabar The Sydney Morning Herald melaporkan, anggota Parlemen Australia dari Partai Buruh sudah memberontak terhadap Gillard dan membuat petisi untuk menyerukan pemungutan suara.(AUL)