ISLAMABAD - Mantan Presiden Pervez Musharraf menepis tuduhan dirinya terlibat dalam pembunuhan mantan Perdana Menteri Pakistan Benazir Bhutto. Dirinya mengatakan justru suami Bhutto sendiri tahu siapa pembunuhnya.
"Benazir (Bhutto) tidak pernah menganggap saya sebagai ancaman. Presiden Asif Ali Zardari tahu siapa pembunuhnya," tutur Musharraf seperti dikutip Rediff, Kamis (23/2/2012).
Komentar Musharraf ini dikeluarkan setelah dirinya dianggap tidak memberikan perlindungan dari Bhutto. Tuduhan itu sendiri dilayangkan oleh Menteri Dalam Negeri Rehman Malik, yang berencana untuk meminta bantuan Interpol menangkap Musharraf.
Musharraf pun menambahkan bahwa keamanan dari Bhutto merupakan wewenang dari partainya sendiri, yakni Partai Pekerja Pakistan (PPP). Mantan jenderal bintang empat itu pun kembali menegaskan bahwa Suami Bhutto, Presiden Zardari tahu persis siapa pembunuh istrinya.
Sementara penyelidik pembunuhan Bhutto memastikan bahwa nama Musharaff ada dalam daftar penyelidikan. Musharraf pun mengkritik upaya pemerintah untuk melibatkan Interpol untuk membawanya kembali ke Pakistan.
Menurutnya tuduhan dari pemerintah itu tidak berdasar. "Mereka hanya mencari kambing hitam," jelas Musharraf saat diwawancara televisi ARY.
Pria yang menjabat presiden sejak 1999 hingga 2008 itu menilai Pemerintah Pakistan mengeluarkan permintaan penangkapan berdasarkan keputusan politik.
(faj)