MICHIGAN - Bakal calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik Mitt Romney menuduh Pemerintah Presiden Barack Obama menentang agama. Dirinya menuduh ada agenda sekuler dalam Pemerintahan Obama.
Kampanye Obama yang lebih mendahulukan karakterisasi di mata Romney merupakan tindakan memalukan. Selama kampanyenya, Romney jarang sekali menyentuh isu sosial. Tetapi warga Michigan, mempertanyakan pandangan Romney mengenai kebebasan beragama.
"Sayangnya, saat ini Presiden (Obama) dikelilingi oleh pihak memiliki kepentingan agenda sekuler. Mereka terus menentang semua agama," ucap Romney seperti dikutip Associated Press, Rabu (22/2/2012).
Komentar Romney ini juga hampir sejalan dengan komentar yang dikeluarkan oleh bakal calon preisden lainnya Rick Santorum. Sebelumnya Santorum mempertanyakan keimanan dari Obama. Tetapi Romney menegaskan dirinya tidak menyerang Obama, melainkan lingkungan sekitarnya.
Serangan yang dilayangkan oleh Romney dan Santorum itu pun dibantah oleh pihak Obama.
"Serangan yang menyesatkan ini, tidak pantas dilakukan dalam kampanye. Ini amat bertentangan dengan upaya Presiden Obama dalam menjamin keamanan ekonomi bagi kalangan menengah dan menciptakan lapangan kerja," tutur juru bicara kampanye Obama, Lis Smith.
Isu kebebasan beragama tiba-tiba menjadi topik utama dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dipicu oleh keputusan Pemerintah Obama untuk memberikan mandat ke perusahaan swasta guna menyediakan alat kontrasepsi gratis. Bahkan alat tersebut akan diberikan kepada organisasi gereja, termasuk sekolah dan rumah sakit.
Romney memang dikenal sebagai pria taat agama. Dirinya mengaku memberikan perhatian lebih dalam masalah ini karena mengerti pentingnya toleransi beragama.
Mantan Gubernur Massachusetts ini terus melakukan kampanye sebagai bakal calon kandidat presiden Partai Republik. Saat ini dirinya melakukan di Michigan yang menjadi basis kekuatannya.
Tetapi tidak disangka Romney mendapatkan perlawanan ketat dari Rick Santorum. Santorum mengetengahkan isu anti-aborsi dan lebih mengincar pemilih dari kelas pekerja.
(faj)