Foto : Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (zimbio)
JAKARTA - Ketika memberikan pengarahan kepada pada Duta Besar RI di Kementerian Luar Negeri hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung adanya kisruh internal yang kabarnya kerap terjadi di beberapa Kedutaan Besar RI.
Sebelumnya SBY menginginkan adanya buku putih dibuat oleh pihak Kemlu. Buku putih ini diharapkan dapat diterbitkan dalam waktu dua hingga tiga bulan oleh pihak Kemlu.
"Nampaknya diperlukan semacam buku putih untuk kebijakan luar negeri. Buku ini mestinya diupdate tiap tahun. Buku ini akan tercantum strategi dan kebijakan," jelas SBY di Pejambon, Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Buku putih ini nantinya juga akan berisi pedoman yang menjadi acuan para dubes. SBY tidak menampik kemungkinan bahwa buku ini akan digunakan oleh para pejabat lain, bila menghadiri pertemuan internasional. "Begitu ada buku putih, semua berpedoman pada buku putih itu," imbuhnya.
Presiden pun memandang penting adanya kisruh internal di tubuh perwakilan RI di luar negeri. "Saya masih mendengar ada insiden kekisruhan internal di perwakilan kita di luar negeri, yang disebut office politics," ujar SBY.
"Tabrakan antar pejabat, pimpinan dan staf. Kalau itu terjadi bikin habis waktu. Mengurangi efektifitas kinerja. Kalau ada yang bermasalah tarik saja," tegas SBY.
Presiden seperti tidak ingin masalah ini melebar dan menginginkan seluruh perwakilan di luar negeri bekerja dengan optimal. Tidak kurang Presiden meminta para perwakilan menerapkan gaya kepemimpinan modern di dunia.(AUL)