Getting Time...

RI Butuh Penerjemah Handal

Fajar Nugraha
Kamis, 23 Februari 2012 15:15 wib
Presiden SBY (Foto: Reuters)
Presiden SBY (Foto: Reuters)
JAKARTA - Saat memberikan pengarahan duta besar Republik Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memandang pentingnya tenaga penerjemah handal. Dirinya pun meminta kementerian luar negeri untuk segera menyediakan tenaga tersebut.

"Saya sudah sampaikan dulu, perlu percepatan pendidikan dan penyiapan interpreter (penerjemah) untuk segala bahasa. Kita dalam waktu dekat akan mendirikan pusat bahasa di Sentul," ucap SBY di Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Presiden menekankan, kesalahan dalam penerjemahan bila bertemu dengan negara lain tidak bisa diterima, khususnya saat berlangsung pertemuan bilateral maupun dalam sebuah konferensi internasional.

"Yang betul penerjemah yang melekat di saya adalah orang Indonesia. Sering penerjemah yang menerjemahkan (ucapan) saya, penerjemah dari perwakilan dari negara yang bertemu dengan saya. Ini tidak bagus, bisa misitepretasi. Bisa menjadi skandal diplomasi," jelasnya.

"Kesalahan dalam penerjemahan dapat menyebabkan perang," imbuh Presiden. Untuk itu dirinya menekankan perlunya penerjemah orang Indonesia dan memiliki sertifikat. Presiden pun mendesak hal ini untuk segera dipenuhi.

Selain itu, SBY juga menyebutkan masalah penugasan duta besar. Ini terkait kewenangan pengangkatan dubes yang tidak bisa hanya melewati Kemenlu dan Presiden, tetapi juga oleh DPR melalui fit and proper test.

Atas masalah ini, menlu diharapkan bisa menghitung kapan gelombang pergantian dubes. Ini dilakukan untuk mengurangi kekosongan yang terlalu panjang yang biasa terjadi dalam pergantian dubes.
(faj)
TWITTER »
twit