Foto : Raja Abdullah bin Abdul Aziz (AFP)
RIYADH - Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz memperingatkan Presiden Rusia Dmitry Medvedev bahwa dialog antarfraksi di Suriah yang digagas oleh Rusia adalah tindakan yang sia-sia.
"Rusia harus melakukan koordinasi dengan negara Arab sebelum menggunakan hak vetonya untuk menjegal resolusi terhadap Suriah. Saat ini, dialog yang diusulkan Rusia untuk Suriah adalah tindakan yang sia-sia," ujar Raja Abdullah ke Medvedev, seperti dikutip AFP, Kamis (23/2/2012).
Menurut laporan, Raja Abdullah mengatakan juga bahwa dirinya tidak pernah mengabaikan kasus Suriah, karena peristiwa itu menyangkut isu moral dan keagamaan. Perkataan Raja Abdullah juga muncul setelah kelompok oposisi mendesak komunitas internasional untuk memberikan sarana perlindungan baginya.
"Kita akan melewati hari-hari yang sangat mengerikan dan sayangnya, apa yang terjadi di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), merupakan perisitiwa yang amat sangat menyesalkan. Tak peduli, seberapa kuat suatu negara sanggup menguasai dunia, dunia harus dikuasi oleh otak, keadilan, dan moral," imbuhnya.
Dalam konferensi di Paris, kelompok oposisi Suriah mengatakan, akan mengadakan pertemuan di Tunis, Tunisia pada Jumat mendatang dan mendesak setiap negara yang mendukungnya agar menyediakan tempat berlindung bagi warga sipil Suriah dan para pejabat oposisi Suriah.
Sebagai salah satu negara Arab, Kerajaan Arab Saudi merupakan salah satu negara yang amat mengecam Presiden Suriah Bashar al Assad. Arab Saudi bahkan cukup dekat dengan para oposisi Suriah yang saat ini masih berperang untuk menumbangkan kekuasaan Assad.(AUL)