Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar (Foto : Global Times)
LONDON - Menteri Luar Pakistan Hina Rabbani Khar mengatakan, Pakistan tidak akan mendukung inisiatif perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Taliban sebelum pihaknya memastikan bahwa pemerintah Afghanistan juga mendukung upaya damai tersebut.
Menurut Khar sejauh ini, Presiden Afghanistann Hamid Karzai masih belum menunjukkan sikap yang tegas apakah pemerintahannya benar-benar ingin melakukan perundingan dengan pihak Taliban di Qatar.
"Kami masih menunggu kebijakan Presiden Hamid Karzai, setelah dia menegaskan sikapnya, baru lah Kami akan mendukung sepenuhnya. Kebijakan Kabul sedikit membingungkan. Awalnya mereka mengatakan, mereka mendukung, namun pada kenyataannya mereka memanggil Duta Besar mereka di Qatar karena merasa belum sepenuhnya yakin," ujar Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar seperti dikutip Pakistan Observer Kamis, (23/2/2012).
Namun Khar menegaskan, pemerintah Afghanistan harus memiliki visi yang jelas terkait pembicaraan damai dengan Taliban dan harus mengumumkan misinya itu ke seluruh dunia. Khar pun menambahkan, dukungan terhadap ketidakpastian kebijakan Afghanistan justru akan membahayakan negaranya.
"Bagi Kami, sangat berbahaya untuk mendukung sesuatu yang sifatnya tidak jelas. Apakah sebenarnya Pemerintah Afghanistan mendukung sepenuhnya perdamaian itu atau tidak. Taruhannya sangat tinggi," ujar Khar.
Taliban belum lama ini telah menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan negosiasi dengan AS di Qatar dan mereka pun dilaporkan telah mengirimkan sejumlah perwakilannya ke Qatar. Namun pihak Taliban menolak kabar yang menyebutkan, pihaknya juga menjalin pembicaraan damai dengan Amerika Serikat.
Dalam kesempatan yang sama, Menlu Pakistan itu juga menegaskan negaranya tidak mengetahui keberadaan pemimpin Taliban Mullah Omar.
"Saya bukan pejabat berwenang yang tahu di mana Mullah Omar berada. Namun Saya pun meyakini, Pakistan juga tidak tahu keberadaannya. Sikap Pakistan jelas, jika Afghanistan meminta bantuan dengan didasarkan pada fakta dan realistis, maka akan Kami lakukan," tambah Khar.
Pernyataan Khar itu muncul seiring dengan adanya kabar yang menyebutkan, selama ini Pakistan mendukung kelompok militan di negara itu.(rhs)