Foto : Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (zdlr)
MOSKOW - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin menuding Amerika Serikat (AS) mencoba untuk merusak kestabilan keamanan dunia dengan membangun sistem pertahanan misil di Eropa.
"Apa yang harus kita lakukan? Haruskan kita membangun pertahanan yang sama, atau memberikan jawaban yang asimetris. Saat ini, kami memiliki Topol-M dan Yars yang merupakan misil generasi baru. Beberapa pihak mengklaim bahwa senjata itu sedikit lebih canggih daripada AS," ujar Putin, seperti dikutip Xinhua, Kamis (23/2/2012).
Meski mengklaim misil Rusia sedikit lebih modern ketimbang yang dimiliki AS, Putin mengakui bahwasannya AS lebih unggul dalam memproduksi persenjataan lainnya dibanding Rusia. Putin pun menegaskan, negaranya akan tetap membangun kekuatan militernya.
Mantan pejabat Badan Intelijen Rusia (KGB) itu menjelaskan tentang perkembangan yang sudah dicapai Negeri Beruang Merah dalam mengembangkan senjata nuklir, pertahanan udara, program antariksa, serta jaringan komunikasi di medan perang. Kemajuan-kemajuan itu dianggap sebagai peningkatan yang cukup signifikan dalam kemiliteran Rusia.
Dalam menghadapi sistem pertahanan misil Eropa yang digagas oleh Negeri Paman Sam, Rusia juga tampak mempersiapkan sistem pertahanannya di wilayah perbatasan dan sejumlah wilayah yang berdekatan dengan negara anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO).
Hingga kini, Rusia masih tidak percaya dengan AS yang sejak dulu menjelaskan bahwa misil-misil Eropa tidak ditujukan ke Rusia. Hal itu disebabkan karena AS tidak bersedia untuk memberikan jaminan keamanan ke Rusia.(AUL)