Maaf Obama Atas Pembakaran Kitab Suci

Jum'at, 24 Februari 2012 07:46 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Presiden Barack Obama (Foto: AP) Presiden Barack Obama (Foto: AP) WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meminta maaf kepada rakyat Afghanistan atas insiden pembuangan dan pembakaran Alquran yang dilakukan di pangkalan militer AS di Bagram. 


Permintaan maaf ini dilayangkan Obama setelah terjadinya protes selama tiga hari yang berbuntut pada tewasnya beberapa warga Afghanistan. Puncaknya, dua prajurit AS tewas dibunuh oleh seorang tidak dikenal terkait dengan kemarahan warga.

Kemarahan rakyat Afghanistan ini menunjukan respons keras atas insiden pembakaran Alquran itu. Mereka menilai pasukan koalisi asing tidak bisa menghormati hukum dan budaya Afghanistan.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai, Obama mengatakan penyesalan dan permintaan maaf, atas insiden pembakaran kitab suci yang diperlukan tidak layak. 

Kantor Presiden Karzi menyebutkan, bahwa Presiden Obama menilai pembakaran Alquran itu sebuah ketidaksengajaan. 

"Insiden itu terjadi tidak sengaja. Pemerintah AS akan mengambil tindakan guna mencegah terulangnya peristiwa ini. Kami juga akan mencari tahu siapa yang bertanggungjawab atas peristiwa ini," tulis Obama dalam suratnya kepada Presiden Karzai seperti dikutip The Independent, Jumat (24/2/2012).

Sebelumnya permintaan maaf juga dilayangkan oleh Komandan pasukan koalisi Jenderal John Allen dan Menteri Pertahanan AS Leon Panetta. Tetapi hal tersebut tidak menyurutkan kemarahan dari warga yang terus melakukan protes di luar pangkalan militer Bagram.

Tercata 12 pengunjuk rasa tewas selama protes ini berlangsung. Mereka umumnya terlibat pergesekan dengan pasukan keamanan Afghanistan yang berusaha menghalau protes.

Sementara dua pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) terbunuh di Afghanistan timur. Mereka tewas oleh seorang pria yang berpakaian prajurit Afghanistan. "Dua orang prajurit yang tewas itu diketahui warga AS," menurut keterangan pihak pejabat AS.

Sementara kelompok Taliban meminta rakyat Afghanistan untuk tetap melawan pasukan asing. Taliban mengeluarkan pernyataan memerintahkan para komandan untuk menjaga keluarga dari tiap polisi atau prajurit Afghanistan yang berbalik melawan pasukan koalisi asing.
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »