WASHINGTON - Permintaan maaf Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama atas insiden pembuangan dan pembakaran Alquran oleh pasukan AS, dikecam keras oleh bakal calon Presiden Partai Republik Newt Gingrich.
Gingrich mengkritik permintaan maaf Presiden Obama yang dilayangkan secara formal kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai, setelah Alquran ditemukan terbakar di tempat sampah pangkalan militer AS di Bagram.
Beberapa jam setelah permintaan maaf itu dilayangkan, dua prajurit AS dilaporkan tewas tertembak dan beberapa lainnya terluka oleh seorang yang berpakaian pasukan keamanan Afghanistan. Gingrich menilai Presiden Karzai berutang permintaan maaf kepada AS atas penembakan tersebut.
"Sepertinya kelompok radikal terus berupaya untuk mencari perhatian Barack Obama lewat cara negatif. Tetapi dia (Obama) terus meminta maaf kepada pihak yang tidak pantas untuk menerima permintaan maaf dari Preside Amerika Serikat," ucap Gingrich seperti dikutip Associated Press, Jumat (24/2/2012).
"Dan, bila Hamid Karzai, Presiden Afghanistan tidak meminta maaf (atas penembakan dua prajurit AS), maka sudah sepatutnya kita mengucapkan selamat tinggal dan semoga berhasil. Kami tidak perlu berada disana (Afghanistan) dan mengancam jiwa serta menghabiskan uang kami kepada pihak yang tidak peduli," lanjutnya.
Sebelum komentar Gingrich keluar, juru bicara Gedung Putih Jay Carney sudah mengeluarkan pernyataan untuk mencegah kritikan atas permintaan maaf Obama.
"Semua ini memang patut, melihat isu ini memang amat sensitif," ucap Carney.
Carney menambahkan, permintaan maaf Obama merupakan bagian dari kekhawatiran Obama sebagai pemimpin yang mengkhawatirkan keselamatan anggota prajurit AS yang bertugas di Afghanistan. Menurutnya permintaan maaf ini memang tindakan yang tepat.
(faj)