Getting Time...

Kofi Annan Mediator Bagi Krisis Suriah

Khairisa Ferida
Jum'at, 24 Februari 2012 08:54 wib
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan (Foto: The Guardian)
Mantan Sekjen PBB Kofi Annan (Foto: The Guardian)
LONDON - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjuk mantan sekretaris jenderal PBB Kofi Annan sebagai mediator untuk mengakhiri krisis mematikan di Suriah.

Menurut pernyataan bersama yang disampaikan oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Sekjen Liga Arab Nabil el-Arabi, sebagai utusan khusus untuk PBB dan Liga Arab, Kofi Annan akan memberikan layanan terbaiknya untuk mengakhiri seluruh kekerasan termasuk kekerasan terhadap kemanusiaan dan mempromosikan solusi damai untuk krisis Suriah.

"Kami menyampaikan rasa terima kasih Kami kepada Kofi Annan karena sudah menerima misi yang sangat penting untuk membantu rakyat Suriah mengakhiri krisis di negeri mereka," ujar Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Ketua Liga Arab Nabil el-Arabi seperti dikutip AFP Jumat, (24/2/2012).

Mantan sekjen PBB yang berasal dari Ghana itu nantinya akan bertindak di bawah mandat PBB yang telah ditetapkan melalui resolusi Dewan Keamanan PBB pekan lalu serta resolusi Liga Arab.

"Annan akan berkonsultasi dengan semua pihak yang dianggap relevan baik di dalam atau pun di luar Suriah untuk mengakhiri kekerasan dan krisis kemanusiaan," ujar pernyataan bersama Sekjen PBB dan Sekjen Liga Arab.

Lebih lanjut dalam kesempatan yang sama juga disampaikan, Annan akan memfasilitasi  solusi politik damai di Suriah untuk memenuhi tuntutan demokrasi rakyat Suriah melalui dialog politik yang komprehensif antara Pemerintah Suriah dan seluruh elemen masyarakat Suriah.

Penunjukkan Annan sebagai juru damai bagi krisis Suriah diumumkan setelah Sekjen PBB Ban Ki Moon, Sekjen Liga Arab Nabil el-Arabi serta sejumlah pemimpin internasional bertemu di London, Inggris guna membicarakan langkah selanjutnya yang akan ditempuh untuk mengakhiri konflik mematikan di Suriah.

Keputusan ini juga mendapat sambutan baik dari Menteri luar  Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton serta sejumlah negara lainnya yang diharapkan dapat memberikan dukungan kepada Annan dalam menjalankan tugas pertamanya.

Tugas itu antara lain melakukan pertemuan dengan sejumlah negara yang disebut sebagai Sahabat Suriah.

Berperan sebagai mediator dalam upaya menyelesaikan krisis Suriah diyakini merupakan tantangan terberat yang diambil oleh Annan selama empat dekade karir diplomatiknya.

Sementara itu menurut salah seorang pengamat, upaya mediasi untuk mengakhiri krisis Suriah ini akan gagal jika Annan tidak mendapat dukungan politik penuh dari dunia internasional.

"Meskipun Kita tidak meragukan kemampuan seorang Kofi Annan, namun kunci sukses dari mediasi ini adalah penting bagi Annan untuk memiliki dukungan politik dari seluruh dunia internasional. Jika Rusia dan China tidak mendukung langkah yang ditempuhnya, maka rezim Presiden Bashar al-Assad dan pendukungnya akan cenderung menolak upaya damai ini," ujar salah seorang pengamat kerja sama internasional dari New York University Richard Gowan.

Hingga saat ini kekerasan yang telah berlangsung selama 11 bulan di Suriah dikabarkan telah menewaskan lebih dari 7.500 jiwa.(rhs)
TWITTER »
twit