"Kami selaku Komisioner di Komisi HAM OKI mengatakan bahwa situasi di Suriah sangat serius. Kami berharap Pemerintah Suriah dapat menghormati penegakkan HAM di negaranya. Banyak sekali warga sipil yang tewas di Suriah karena munculnya serangan di rumah sakit, dan beberapa wilayah lainnya," ujar Ibrahim, di Hotel Aryaduta, kemarin.
Ibrahim menjelaskan, banyak sekali para pengungsi yang kehilangan tempat tinggalnya karena kekerasan terus berlangsung di negara tersebut dan mereka semua harus dilindungi karena meningkatnya kekerasan di Suriah merupakan hal buruk bagi Pemerintah Suriah dan juga OKI.
Beberapa komisioner dari negara lain juga menganggap isu Suriah sebagai salah satu isu penting yang harus dibahas dalam pertemuan Komisi HAM OKI. Mesir dan Turki tampak menyuarakan bahwa kekerasan dan pertumpahan darah yang terjadi di Suriah, wajib dihentikan secepat mungkin.
Mesir bahkan menyebut peristiwa di Suriah merupakan suatu hal yang cukup mengganggu karena di situlah muncul pelanggaran HAM yang sangat berat. Mesir juga menyuarakan dukungannya terhadap Komisi HAM OKI yang akan berperan sebagai promotor HAM.
Hingga saat ini, ribuan orang dikabarkan tewas di Suriah akibat bentrokan antara pasukan Suriah dan fraksi oposisi bersenjata. Rusia sebelumnya sudah menawarkan mekanisme dialog untuk kedua belah pihak dalam menyelesaikan masalah itu, namun fraksi oposisi masih tidak menyetujuinya.