JAKARTA - Komisioner Nigeria untuk Komisi HAM Organisasi Konferensi Islam (OKI) Mohammad Kawu Ibrahim mengaskan, isu terpenting dalam pertemuan konferensi HAM OKI adalah isu penegakkan hak perempuan dan anak. Ibrahim juga menambahkan, perempuan adalah populasi terbanyak di sebuah negara.
"Salah satu isu terpenting dalam pertemuan Komisi HAM OKI adalah penegakkan hak perempuan dan anak-anak. Seperti diketahui, dalam sebuah negara, populasi perempuan dan anak-anak tentunya sangat banyak. Sebuah negara tidak dapat dikatakan berkembang bila mereka mengesampingkan hak perempuan dan anak," ujar Ibrahim, di Hotel Aryaduta, kemarin.
"Di India, banyak sekali anak-anak yang menderita penyakit polio dan penyakit-penyakit lainnya. Hal itu harus mendapat perhatian penting dari pemerintah negara yang bersangkutan, karena bila masalah itu dikesampingkan, angka kematian anak akan meningkat," imbuhnya.
Pada pertemuan Komisi HAM OKI sesi pertama yang digelar di Hote Aryaduta kemarin, Ibrahim menyebutkan juga bahwa isu keamanan pangan dan pertanian harus mendapat perhatian oleh sejumlah negara-negara OKI. Karena isu tersebut akan sangat mempengaruhi pembangunan suatu negara.
"Keamanan pangan merupakan hal yang signifikan karena isu tersebut tak lain karena terjaminnya pangan adalah hak fundamental bagi segenap manusia. Beberapa negara anggota OKI bahkan sempat mengalami krisis pangan yang disebabkan oleh kekeringan dan yang lainnya. Negara kita sendiri tentunya memiliki miliaran penduduk, kita juga punya pengungsi, dan hal ini sangat berkaitan dengan keamanan pangan serta pembangunan," papar Ibrahim.
Pria yang sempat menjadi Duta Besar Nigeria untuk Libya itu memiliki harapan yang sangat tinggi agar fungsi Komisi HAM OKI mengalami perkembangan di masa yang akan datang, sehingga organisasi tersebut sanggup menjadi instrumen penegakkan HAM di negara anggotanya yang merupakan negara Islam.
"Dalam komunitas internasional, HAM adalah isu terpenting, tidak akan ada perdamaian dan kestabilan bila HAM tidak ditegakkan," ujarnya.