Foto : Presiden Venezuela Hugo Chavez (centralmoinfo)
CARACAS - Presiden Venezuela Hugo Chavez memutuskan untuk kembali ke Kuba guna melakukan operasi mengangkat tumornya.
Sambil menggenggam tangan putri bungsunya, Chavez pun berpidato di hadapan militer dan para pendukungnya yang berkumpul tepat di depan Istana Presiden Venezuela pada Jumat kemarin.
"Saya katakan, dengan atau tanpa kanker, hujan dan petir pasti akan turun. Tidak ada yang sanggup menghindari kemenangan saya pada 7 Oktober mendatang di pemilu Presiden Venezuela," ujar Chavez, seperti dikutip Associated Press, Sabtu (25/2/2012).
Chavez yang sudah memimpin Venezuela selama 13 tahun masih menginginkan jabatan yang sama untuk masa yang akan datang. Chavez pun membidik priode keempat sebagai Presiden Venezuela meski mengidap kanker.
"Bapak pelopor kita, Simon Bolivar mengatakan bahwa dirinya adalah seorang yang mengalami banyak masalah. Sebagai putra dari Bolivar, saya juga memikul banyak beban dan masalah, kita semua adalah orang yang bermasalah," imbuhnya.
Mobil berwarna hitam pun masuk ke dalam Istana Presiden Venezuela untuk mengangkut Chavez. Ribuan simpatisan Chavez langsung melambaikan tangan dan mengerumuni mobil yang ditumpangi Chavez tersebut.
Menurut salah seorang dokter di Kuba, Chavez sebelumnya memiliki tumor sebesar bola kasti di bagian panggulnya. Tumor itu pun sudah diangkat, namun tumor kecil akhirnya muncul lagi dan membuat presiden berusia 57 tahun ini terpaksa berangkat ke negara yang dipimpin oleh Raul Castro.
Chavez sendiri tidak menyebutkan di mana letak tumor barunya, namun dirinya hanya mengatakan bahwa operasi yang dijalankannya merupakan suatu hal yang mendadak.(AUL)