Protes Pembakaran Alquran oleh Rakyat Afghanistan (Foto: AFP)
KABUL - Amerika Serikat (AS) menarik seluruh staf penasihatnya serta penasihat internasional lainnya yang bertugas di Kementerian Dalam Negeri Afghanistan setelah adanya laporan yang menyebutkan dua perwira senior AS tewas terbunuh di kantor kementerian itu pada Sabtu (25/2/2012) kemarin.
Pembunuhan terhadap dua petinggi militer AS itu diduga merupakan aksi balas dendam atas tindakan pasukan NATO yang membuang dan membakar kitab suci Alquran di Penjara Bagram, Afghanistan.
Pihak NATO sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran berita ini.
"Laporan awal menyebutkan seorang pria bersenjata telah menembak mati dua petinggi militer AS di Kota Kabul," ujar keterangan dari pihak NATO seperti dikutip Daily Mail Minggu, (26/2/2012).
Namun juru bicara NATO Letnan Kolonel Jimmie Cummings menolak untuk menjelaskan lebih lanjut terkait insiden penembakan itu.
Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan, kelompoknya bertanggung jawab atas insiden penembakan itu.
"Pelaku penembakan adalah anggota Kami, Abdul Rahman. Dengan dibantu oleh kaki tangannya yang berada di dalam kantor itu akhirnya dia berhasil masuk ke dalam gedung. Dan benar pembunuhan yang dilakukan oleh Rahman adalah respon Kami terhadap tindakan pasukan NATO yang membakar Alquran," ujar juru bicara Taliban Zabiullah Mujahid.
Namun pihak Taliban mengklaim, korban tewas penembakan itu menewaskan empat petinggi militer AS.
"Setelah melakukan aksinya, Rahman menghubungi Kami dan mengatakan dia berhasil menembak mati empat petinggi militer AS," imbuhnya.
Komandan Pasukan AS di Afghanistan John Allen mengatakan, penarikan sejumlah penasihat AS tersebut atas dasar keamanan, namun Jenderal Allen menegaskan pasukan NATO tetap berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan dengan Pemerintah Afghanistan. Jenderal Allen pun menambahkan, pihaknya tengah menyelidiki insiden penembakan ini dan memburu orang-orang yang terlibat di dalamnya.
"Para pelaku serangan ini adalah para pengecut," ujar Jenderal Allen.
Ribuan warga Afghanistan dilaporkan turun ke jalan untuk melakukan aksi protes terkait pembuangan dan pembakaran Alquran yang dilakukan oleh pasukan NATO bahkan permintaan maaf oleh Presiden AS Barack Obama pun dinilai gagal meredam kemarahan rakyat Afghanistan yang dikenal sangat religius.(rhs)