Dubes Iran: Pembakaran Kitab Suci Adalah Pelecehan

Rabu, 29 Februari 2012 06:43 wib | Khairisa Ferida - Okezone

Foto : Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh  (Fajar Nugraha/okezone) Foto : Dubes Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh (Fajar Nugraha/okezone) JAKARTA - Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh mengatakan, insiden pembakaran kitab suci oleh pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO) di Afghanistan merupakan kampanye global untuk melecehkan agama.

"Pembakaran kitab suci Alquran adalah kampanye global untuk menjatuhkan nilai-nilai dalam Alquran," ujar Duta Besar Iran untuk Indonesia Mahmoud Farazandeh usai menggelar konferensi pers terkait penyelenggaraan Pekan Budaya Islam Iran di kediamannya di Menteng, kemarin.

Dubes Farazandeh pun menegaskan, insiden pembakaran kitab suci tersebut sangat bertentangan dengan apa yang dikampanyekan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya yakni menjunjung tinggi HAM dan nilai-nilai dalam beragama.

"Negara-negara yang selama ini mengkampanyekan penegakkan HAM adalah negara-negara yang melakukan pembakaran kitab suci. Ini jelas bukan insiden sederhana," imbuhnya.

Insiden pembakaran kitab suci Alquran oleh pasukan NATO di Afghanistan telah memicu kemarahan rakyat di negeri itu. Puluhan orang bahkan dilaporkan tewas dalam aksi protes mengecam insiden itu.

Presiden AS Barack Obama berserta Menteri Pertahanan Leon Panetta juga sudah mengutarakan permintaan maafnya atas insiden yang memalukan ini. Namun, sejumlah politisi dari Partai Republik AS justru mengecam permintaan maaf tersebut. Bagi mereka, Afghanistan-lah yang seharusnya meminta maaf karena demonstrasi yang dilakukan oleh Afghanistan telah menewaskan beberapa orang militer AS. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »