Getting Time...

Kitab Suci Dibakar

NATO Didesak Tetap Amankan Afghanistan

Aulia Akbar
Rabu, 29 Februari 2012 12:02 wib
Foto : Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen (AP)
Foto : Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen (AP)
WASHINGTON - North Atlantic Treaty Organization (NATO) didesak untuk tetap berfokus dalam menciptakan stabilitas di Afghanistan. Meski saat ini aksi protes menentang pembakaran kitab suci Al Quran masih berlangsung.

"Meski muncul tragedi ini dan peningkatan tantangan dalam tugas kami, kami tidak bisa mengabaikan tugas kami yang sebenarnya, mengamankan Afghanistan. Inilah kepentingan kami, dan kami harus tetap fokus," ujar Sekretaris Jendral NATO Anders Fogh Rasmussen, seperti dikutip Reuters, Rabu (29/2/2012).

Strategi yang digunakan oleh Amerika Serikat (AS) dan NATO di Afghanistan mulai dipertanyakan setelah munculnya tragedi pembakaran kitab suci pada pekan lalu.

Rasmussen mencoba untuk menjelaskan tentang strateginya di Afghanistan untuk memerangi Taliban. Menurut Rasmussen hingga saat ini pemerintahan Presiden Hamid Karzai masih sangat lemah dan belum sanggup untuk menghadapi Taliban.

Presiden Barack Obama juga akan menarik 33 ribu pasukannya pada musim gugur tahun ini, meski demikian hal itu masih belum jelas. Banyak pasukan asing yang hendak mengakhiri misinya di Afghanistan pada akhir 2014.

Rasmussen sendiri mengatakan, insiden pembakaran kitab suci di Afghanistan akan menjadi tolak ukur, dalam perkembangan kapabilitas aparat keamanan Afghanistan yang dalam menjaga keamanan.(AUL)
TWITTER »
twit