Menlu AS Hillary Clinton (Foto: The Guardian)
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton memperingatkan Pakistan, bahwa mereka akan mendapat konsekuensi keras jika terus melanjutkan kesepakatan dengan Iran.
Clinton mengatakan, Pakistan tengah mencoba untuk membangun kesepakatan baru dengan Iran di tengah upaya AS untuk menjatuhkan sanksi baru atas program nuklir negara itu.
"Jika Pakistan menyetujui tawaran yang diajukan Iran, maka Pakistan akan mendapat konsekuensi buruk," ujar Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton seperti dikutip Pak Tribune Kamis, (1/3/2012).
Beberapa pekan lalu Pakistan-Iran dilaporkan telah meningkatkan kerja sama dalam sektor perdagangan lima kali lipat lebih besar dari sebelumnya. Hal ini mengacu pada kesepakatan pembangunan pipa gas oleh kedua negara.
Proyek pembangunan pipa gas Iran-Pakistan ini disinyalir merupakan salah satu proyek yang paling penting bagi kedua negara menyusul kebutuhan energi Pakistan untuk Iran terutama gas dan listrik.
Kabar terakhir yang kencang berhembus menyebutkan Pemerintah AS tengah mempersiapkan sanksi yang lebih keras terhadap Iran terkait dengan program nuklir Negeri Persia itu.
Terlebih setelah sanksi keuangan terakhir terhadap Bank Sentral Iran tidak kunjung membuat negara itu menghentikan aktivitas nuklirnya.
"Yang menjadi niat Kami adalah menjatuhkan sanksi baru bagi Iran sekeras dan secepat yang Kami bisa," imbuhnya .
Ditambahkan Clinton Pemerintah AS dan Kongres kini telah satu suara dalam menjatuhkan sanksi baru yang lebih keras terhadap Iran.
Hubungan AS-Pakistan sendiri belakangan ini dilaporkan mengalami ketegangan menyusul serangkaian serangan pesawat tanpa awak AS yang beroperasi di wilayah kedaulatan Pakistan. Akibat hal ini pula, Parlemen Pakistan dikabarkan tengah meninjau kembali keterlibatan militer AS di negaranya.(rhs)