Dua Janda Osama Bin Laden Perang Dingin

Kamis, 08 Maret 2012 14:07 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Osama Bin Laden (Foto: Reuters) Osama Bin Laden (Foto: Reuters) RAWALPINDI - Selama dalam persembunyiannya di Pakistan, Osama bin Laden ditemani oleh dua jandanya. Ternyata kedua istrinya ini saling curiga satu dengan lainnya.


Bin Laden menghabiskan pekan terakhirnya bersama dua orang istrinya di rumah yang menjadi persembunyiannya di Abbottabad. Mantan pemimpin Al Qaeda itu pun terpaksa membagi rumahnya.

Untuk lantai atas, Bin Laden mengkhususkan bagi istri mudanya. Kemudian, datang istri tua dari Iran dan ditempatkan di lantai yang sama.

Tempat persembunyian tiga lantai itu pun makin padat, dengan hadirnya anggota keluarga Bin Laden lainnya yang turut tinggal di rumah itu. Di sinilah timbul masalah, saat anggota keluarganya mencurigai bahwa istri tuanya hendak mengkhianati Bin Laden.

Rumah yang menjadi tempat persembunyian mantan pemimpin Al Qaeda itu memang dipenuhi banyak orang. Berdasarkan laporan Brigadir Shaukat Qadir, rumah itu ditinggali oleh 28 orang. Qadir tahu persis kondisi rumah itu karena dirinyalah yang menyelidiki keberadaan rumah selama berbulan-bulan.

Qadir bahkan mendapat akses dari transkrip interogasi intelijen Pakistan terhadap istri muda Bin Laden yang berasal dari Yaman, Amal Ahmed Abdel-Fatah al-Sada. 

"Kedatangan istri tua Bin Laden, Khairiah Saber pada 2011 lalu, membuat kondisi rumah memanas. Hal ini diungkapkan Amal kepada Dinas Intelijen Pakistan (ISI)," ucap Qadir seperti dikutip Associated Press, Kamis (8/3/2012).

Menurut Qadir sudah ada perang dingin antara Amal dengan Khairiah. Ini disebabkan Bin Laden yang lebih menyukai Amal yang lebih muda. 

Khairiah yang diinterogasi juga dengan ISI, mengakui bahwa dirinya merasa tertenkan dengan Amal. Menurut Khairiah, Amal amat agresif dan bahkan dianggap menjurus mengintimidasi.  

Sementara keterangan berbeda justru diutarakan oleh salah satu putra Bin Laden, yakni Khalid. Menurut Khalid, Amal amat mencurigai apa yang tengah dilakukan Khairiah. Khususnya maksud perempuan itu turut tinggal di Abbottabad.

Amal dalam penyelidikan juga menyatakan bahwa Bin Laden turut mencurigai Khairiah. Namun Bin Laden merasa tidak perlu khawatir dengan Khairiah. 

Hingga saat ini tidak ada bukti bahwa Khairiah memiliki peran dalam penyeranan pasukan AS di Abbottabad yang menewaskan Bin Laden. Laporan dari intelijen Pakistan dan AS tidak menunjukan nama Khairiah dalam operasi militer 2 Mei itu.
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »