Pasukan Revolusi Libya (Foto: Tribune)
TRIPOLI - Pemerintah Libya akan mengirimkan para mantan pasukan revolusi Libya ke Turki dan Yordania untuk menjalani pelatihan kepolisian. Hal itu dilakukan untuk membangun kembali kekuatan pasukan keamanan di Libya.
"Dalam tahap awal lebih dari 2.500 mantan pasukan revolusi akan dikirimkan ke Turki dan Yordania untuk menjalani pelatihan," ujar sebuah sumber dari pemerintahan transisi Libya seperti dikutip Emirates247 Selasa, (20/3/2012).
Setidaknya sekira 10.000 mantan pasukan revolusi Libya akan menjalani pelatihan di Turki dan Yordania dalam beberapa tahap sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani.
Selama perang melawan rezim Muammar Khadafi berlangsung di Libya, Turki dan Yordania diketahui mendukung keberadaan pasukan revolusi untuk menggulingkan rezim Khadafi.
Pasca jatuhnya mantan penguasa Libya Muammar Khadafi kondisi Libya kini belum sepenuhnya terkendali mengingat masih munculnya perseteruan antar mantan pasukan revousi.
Ketua Dewan Transisi Nasional (NTC) Mustafa Abdel Jalil yang kini memegang tampuk kekuasaan sementara di Libya bahkan telah memperingatkan, Libya masih belum sepenuhnya aman karena para loyalis Khadafi sewaktu-waktu dapat muncul dan menjadi ancaman bagi Pemerintah Libya. (rhs)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 03:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 21:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB