Penembakan Warga Afghanistan

Usai Bantai Warga, Prajurit AS Lupa Perbuatannya

Selasa, 20 Maret 2012 21:02 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Sersan Robert Bales (Foto: Yahoo News) Sersan Robert Bales (Foto: Yahoo News) WASHINGTON - Prajurit Amerika Serikat (AS) yang ditahan atas pembunuhan 16 warga Afghanistan 11 Maret lalu, mengaku lupa dengan aksi keji yang dilakukannya. Saat ini prajurit berpangkat sersan itu tengah ditahan di Amerika.


Berbicara setelah menemui kliennya untuk pertama kali, John Henry Browne mengatakan, Sersan Robert Bales hanya memiliki ingatan yang minim saat insiden pembantaian itu berlangsung di sebuah desa di Distrik Panjwayi, Provinsi Kandahar.

"Sedikit sekali kejadian yang bisa diingat olehnya (Sersan Bales). Dia ingat apa yang terjadi sebelum insiden, dan ingat apa yang terjadi sesudahnya. Tetapi dirinya lupa kejadian (pembantaian) itu," jelas John Henry Browne seperti dikutip Sky News, Selasa (20/3/2012).

Ketika ditekan pertanyaan apakah Sersan Bales dapat mengingat kejadian penembakan, Browne lagi-lagi menegaskan bahwa kliennya tidak ingat apapun. Dirinya mengaku belum mengajukan pertanyaan terlalu jauh.

Sementara di tengah insiden penembakan yang dilakukan suaminya, Karilyn Bales menyatakan penyesalannya atas serangan yang terjadi. Dirinya pun menyatakan penyesalan atas keluarga korban penembakan, dirinya pun ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Prajurit berusia 38 tahun itu saat ini masih ditahan di penjara Fort Leavenworth di Kansas, AS. Hingga saat ini dirinya belum juga didakwa. Ada kabar menyebutkan bahwa Bales akan didakwa secara formal dalam waktu beberapa hari ke depan.

Serangan ini membuat hubungan Afghanistan-AS makin suram. Presiden Afghanistan Hamid Karzai sempat mengusir seluruh pasukan North Atlantic Treaty Organization (NATO), dari desa-desa. 

Sementara pihak Parlemen Afghanistan mendesak agar Bales diadili di Afghanistan. Mereka menilai hukum di AS tidak akan berlaku adil terhadap para korban. Meskipun Menteri Pertahanan AS Leon Panetta menyebutkan, kemungkinan Bales akan menerima hukuman mati. 
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »