Pasukan AS Lupa, Dirinya Sudah Membantai Warga Afghanistan

Selasa, 20 Maret 2012 08:28 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Sersan Bales (Reuters) Foto : Sersan Bales (Reuters) WASHINGTON - Pengacara dari pasukan Amerika Serikat (AS) yang membantai 16 warga Afghanistan mengatakan bahwa tersangka sama sekali tidak ingat bahwa dirinya sudah membantai warga sipil.

"Dia tidak mengingat peristiwa itu, dia masih ingat akan apa yang dilakukan malam hari itu, namun dia tidak sama sekali tidak mengingat peristiwa tersebut," ujar pengacara Sersan Robert Bales, John Henry, seperti dikutip Reuters, Selasa (20/3/2012).

Browne mengadakan pembicaraan empat mata dengan Bales di penjara militer Fort Leavenworth, di Kansas. Bales pun ditempatkan di sel isolasi saat dirinya baru saja tiba di AS.

Pria berusia 38 tahun itu menjadi tersangka pembantaian warga sipil Afghanistan pada 11 Maret lalu yang menewaskan 16 orang termasuk sembilan bocah dan tiga orang perempuan. Pembantaian maut itu terbukti sudah memperburuk hubungan Afghanistan dan AS.

Hingga saat ini, Bales masih belum didakwa, namun Pemerintah AS mengatakan bahwa dakwaan terhadap Bales akan dijatuhkan pada akhir pekan ini.

"Masih terlalu cepat untuk menentukan apa penyebab dari insiden ini. Tim pengacara masih bekerja untuk menganalisa setiap bukti dan memeriksa kondisi Sersan Bales secara medis dan dari pernyataan saksi mata," imbuh Browne.

Bales yang sempat mengalami kecelakaan saat berdinas di Irak dituding membantai warga Afghanistan dalam keadaan mabuk. Meski demikian, Browne mengklaim bahwa dirinya tidak mengetahui kondisi Bales yang gemar meminum alkohol atau mengalami depresi. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »