Foto : warga Singapura (BERITA HARIAN)
SINGAPURA - Jumlah warga cacat Singapura yang mendapatkan surat izin mengemudi (SIM) semakin meningkat.
Umumnya, mustahil bagi warga-warga cacat untuk mengemudikan mobil. Hal itu disebabkan karena mereka tidak memenuhi standar kesehatan bagi seorang pengemudi. Namun, bantuan pun diulurkan oleh Rumah Sakit Tan Tock Seng.
Program Rehabilitasi dan Latihan Menyetir (DARP) dari Rumah Sakit Tan Tock Seng terlihat menguntungkan bagi 435 orang pada 2011 lalu. Jumlah itu dinilai meningkat sebanyak 281 sejak tahun 2008 lalu. Demikian seperti diberitakan Straits Times, Senin (2/4/2012).
"Lewat program DARP, kami berharap dapat memberikan pasien-pasien rumah sakit sebuah kualitas hidup yang lebih baik," ujar Manajer Rumah Sakit Tan Tock Seng.
Hingga saat ini, hanya Rumah Sakit Tan Tock Seng yang memiliki program rehabilitasi seperti DARP. DARP bahkan diperuntukan pula bagi para warga cacat yang bukan merupakan pasien dari rumah sakit tersebut. Para warga non-pasien bisa menjalankan program itu lewat referensi dokter yang bersangkutan.
Program rehabilitasi ini merupakan sebuah inisiatif yang digagas pada 2001 oleh sejumlah terapis di rumah sakit. Skema dari program itu sendiri adalah meningkatkan kondisi medis pasien agar pulih dan dapat kembali menyetir. (AUL)
getting time ...
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Scientists believe they have found an area within the brain that controls the ageing process.
Selasa, 21 Mei 2013 15:03 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 14:19 WIB
Selasa, 21 Mei 2013 13:00 WIB