Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu (Foto: Daily Star)
ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu menyayangkan pernyataan kritis Iran yang dinilai dapat membahayakan hubungan kedua negara. Menurut Davutoglu, pernyataan tersebut seharusnya tidak perlu diucapkan.
Menurut PanArmenian Kamis (5/4/2012), sebelumnya Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menuding Turki sebagai pion imperialis atas keterlibatan nya sebagai tuan rumah dalam konferensi "Teman Suriah".
Tidak hanya itu, Larijani bahkan mengatakan tindakan Turki itu merupakan salah satu bentuk bantuan bagi Israel untuk membangkitkan kekuatan Negara Zionis itu.
Menlu Davutoglu menampik pernyataan Iran itu dengan mengatakan, posisinya terkait krisis Suriah adalah independen dan tidak berada dalam tekanan atau memihak mana pun.
Davutoglu juga menyinggung terkait kebijakan negaranya yang mendukung Iran melalui penolakan sanksi putaran keempat atas negara itu pada 2010 lalu.
Menlu Turki ini pun dengan tegas membantah sikap negaranya yang disebut membantu Israel. Davutoglu menegaskan selama ini Turki telah memberikan dukungan yang nyata bagi warga Palestina yang menderita akibat kebrutalan rezim Negara Zionis itu.
Sementara itu akibat pernyataan Ketua Parlemen Iran ini, Menlu Turki dikabarkan telah menghubungi rekan sejawatnya Menlu Iran Ali Akbar Salehi untuk membahas masalah tersebut.
Dalam perbincangan antar kedua Menlu, itu Davutoglu mengatakan, pernyataan Ketua Parlemen Iran Ali Larijani tidak menunjukkan sikap saling menghormati antar kedua negara.
Turki pun dikabarkan telah memanggil Duta Besar Iran di Ankara untuk meminta penjelasan mendalam terkait pernyataan Ali Larijani itu. (rhs)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 18:03 WIB