Mantan Intelijen Rusia Jadi Presiden Ossetia Selatan

Senin, 09 April 2012 15:18 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Leonid Tibilov (RIA Novosti) Foto : Leonid Tibilov (RIA Novosti) TSKHINVALI - Seorang mantan anggota Dinas Intelijen Rusia (KGB) memenangkan pemilu Presiden Ossetia Selatan, wilayah Georgia yang sudah diakui oleh Rusia sebagai negara yang merdeka.

Komisi pemilu Ossetia Selatan mengumumkan, Leonid Tibilov berhasil meraih 54 suara dalam pilpres Ossetia Selatan. Tibilov berhasil mengalahkan ketua komisi ombudsman David Sanakoyev.

Moskow mengakui wilayah kecil yang berpenduduk 30 ribu jiwa sebagai negara yang berdaulat, setelah pecahnya perang Georgia dan Rusia. Ossetia Selatan yang masih dianggap Georgia sebagai bagian dari wilayahnya, masih sangat bergantung dengan Rusia dalam hal keamanan dan perekonomian.

"Kami akan membangun hubungan diplomatik dengan Rusia di berbagai bidang. Kami berniat untuk melakukan reunifikasi Ossetia Utara dan Selatan," ujar Tibilov, seperti dikutip Reuters, Senin (9/4/2012).

Ossetia Utara adalah bagian dari wilayah Rusia, dan Tibilov nampaknya mencoba untuk membuat reunifikasi secara de facto terhadap wilayah Rusia. Meski demikian, para pengamat menilai, Rusia takkan menyetujui hal itu karena ketegangan Rusia dan Barat akan semakin meningkat. Hingga saat ini, Barat juga menuding Rusia memperpanas konflik perbatasan Georgia dengan mengakui Ossetia Selatan.

Selain Ossetia Selatan, Rusia juga merangkul negara pecahan Georgia, Abhkazia. Hal itu dilakukan Negeri Beruang Merah karena Georgia terlihat makin dekat dengan North Atlantic Treaty Organization.

Pemilu yang digelar di Abhkazia dan Ossetia Selatan juga kerap dikecam oleh komunitas internasional, khususnya negara-negara Barat. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »