Dituduh Antek China, PM Kamboja Marah

Selasa, 10 April 2012 07:56 wib | Fajar Nugraha - Okezone

PM Hun Sen (Foto: AFP) PM Hun Sen (Foto: AFP) PHNOM PENH - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen membela diri, saat pertemuan puncak KTT ASEAN lalu dirinya dianggap terlalu dekat dengan China. PM Hun Sen mengatakan, pengkritiknya memperlakukan dia seperti anak kecil.


Hun Sen mencerca lawan politiknya dan menganggap bodoh parah analis yang salah mengira hubungan dekat negaranya dengan China. Hal ini diutarakannya menanggapi kunjungan PM China Wen Jiabao saat pertemuan para pemimpin ASEAN pekan lalu.

Kemarahannya itu membuat media internasional tertegun. Seorang reporter Wall Street Journal kemudian menulis bahwa pria yang menjabat Perdana Menteri terlama di Asia utama tampaknya lupa ia berbicara sebagai ketua ASEAN saat ini.

"Anda berbicara tentang aku seperti aku anak kecil," kata Hun Sen dalam pidato yang disiarkan di radio nasional Kamboja seperti dikutip Channel News Asia, Selasa (10/4/2012). Dalam pidatonya, Hun Sen melampiaskan kemarahannya karena ia telah menahan lidahnya cukup lama.

"Saya benar-benar bersabar, menunggu pertemuan puncak ASEAN selesai sehingga saya bisa menanggapi (tuduhan hubungan dekat dengan China)," katanya.

"Tapi mereka mengatakan ASEAN bukan tempat untuk mengkritik orang lain. Oh, jadi ketika saya menjadi perdana menteri, mereka mengambil hak saya untuk bicara?. Ketika saya menjadi ketua ASEAN, saya kehilangan hak saya untuk berbicara? Permisi!" tegas Hun Sen.
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »