Foto : Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin (AP)
MOSKOW - Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin merasa heran atas keberadaan North Atlantic Treaty Organization (NATO). Menurutnya, institusi tersebut merupakan peninggalan era Perang Dingin.
"Saya tidak mengerti kenapa NATO masih ada setelah Perang Dingin berakhir beberapa dekade lalu. Namun Rusia masih butuh menjalin kerjasama dengan NATO," ujar Perdana Menteri Vladimir Putin di hadapan Parlemen Rusia seperti dikutip Associated Press Rabu, (11/4/2012).
Putin juga membela kebijakan Kremlin untuk menyediakan fasilitas pangkalan bagi pasukan sekutu di Afghanistan. Namun ditegaskan Putin bahwa itu bukan sebuah pangkalan militer.
Hubungan Rusia, Amerika Serikat (AS) dan NATO dikabarkan memburuk sejak AS membangun sistem pertahanan misil di Eropa yang ditujukan untuk membendung ancaman yang datang dari Iran. Namun bagi Rusia, tindakan AS akan berkembang menjadi ancaman yang membahayakan wilayah negaranya.
Konferensi Tingkat Tinggi NATO yang akan digelar di Chicago, AS pada Mei mendatang diprediksi tidak akan membuahkan hasil yang signifikan terkait isu sistem pertahanan misil Eropa. Hingga saat ini, Negeri Paman Sam juga tidak bersedia untuk memberikan jaminan keamanan kepada Negeri Beruang Merah bila misil-misil di Eropa tidak akan menyerang Rusia.
Rusia memang selalu mengecam kebijakan pembangunan aliansi yang diusung oleh Barat. Menurut Rusia, sistem aliansi pertahanan adalah sistem pertahanan yang sudah ketinggalan zaman dan mencerminkan mentalitas Perang Dingin. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 01:02 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 20:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB