Obama Harapkan Transisi Demokrasi di Kuba

Senin, 16 April 2012 10:17 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Presiden AS Barack Obama (Sky News) Foto : Presiden AS Barack Obama (Sky News) CARTAGENA - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengutarakan harapannya akan proses transisi demokrasi di Kuba. Obama mengatakan, banyak kesempatan yang cukup menguntungkan bagi Negeri Komunis itu bila mereka sepakat untuk melakukan demokratisasi.

"AS akan menyambut Kuba yang bebas, saya bukanlah Presiden yang datang untuk membebani Kuba, saya selalu mencoba untuk menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik," ujar Obama, seperti dikutip Associated Press, Senin (16/4/2012).

Pernyataan Obama diutarakan saat di Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Negara Amerika (OAS) digelar. Pertemuan dari 30 negara di kawasan Amerika berakhir tanpa adanya deklarasi bersama, karena tidak adanya konsensus terkait isu Pulau Falkland. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos juga mengatakan, tidak ada konsensus yang tercapai dalam pertemuan itu.

Presiden Bolivia Evo Morales menjelaskan, pada dasarnya negara-negara Amerika Latin menginginkan agar Kuba hadir dalam pertemuan itu, namun AS tidak mengizinkannya.

Morales dan beberapa presiden sayap kiri negara Amerika Latin bersikeras mengatakan, pertemuan yang digelar pada akhir pekan lalu adalah pertemuan antar negara Amerika yang terakhir. Mereka tidak berniat untuk menggelar pertemuan selanjutnya tanpa kehadiran Kuba.

Hingga saat ini, alasan Obama melarang partisipasi Kuba adalah karena tidak ada demokrasi di Kuba. Obama menganggap banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Negeri Komunis Karibia itu.

Presiden Ekuador Rafael Correa langsung berencana untuk memboikot pertemuan itu. Sementara Presiden Nikaragua melakukan walk out dari ruang sidang sebagai bentuk protes.

Pertemuan itu juga tidak dihadiri oleh Presiden Venezuela Hugo Chavez, karena Chavez harus menjalani terapi radiasi untuk menyembuhkan penyakit tumornya.

Konferensi Tingkat Tinggi OAS pertama digelar di Miami, pada 1994 oleh mantan Presiden AS Bill Clinton. Rencana AS yang hendak membangun zona perdagangan bebas antar negara Amerika akhirnya kandas, karena banyak negara Amerika Selatan yang lebih memilih untuk mendirikan pemerintahan komunis dan berpaling dari AS. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »