DK PBB Perkuat Sanksi Korut

Selasa, 17 April 2012 19:06 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : Rapat DK PBB (AFP) Foto : Rapat DK PBB (AFP) NEW YORK - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) termasuk China, sepakat untuk memperkuat pemberlakuan sanksi terhadap Korea Utara (Korut). Khususnya setelah negeri komunis itu meluncurkan satelit dan roketnya.

DK PBB mengecam peluncuran roket itu dan menyebut peristiwa itu sebagai pelanggaran yang sangat serius terhadap Resolusi DK PBB. DK PBB akhirnya memasukkan beberapa perusahaan dan individu yang memiliki hubungan dengan Korut ke daftar hitam.

"Saatnya Korut berubah dan menghentikan perilakunya yang terlihat seperti negara hina," ujar Duta Besar Jerman untuk PBB Peter Wittig, seperti dikutip New Europe, Selasa (17/4/2012).

Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB Susan Rice menjelaskan, komite-komite di DK PBB akan mengeluarkan daftar-daftar teknologi poliferasi nuklir yang tidak boleh ditransfer ke Korut. Meski Korut mengatakan, peluncuran satelit itu adalah program antariksa yang dilakukan dengan damai, program itu digolongkan sebagai pelanggaran Resolusi DK PBB nomor 1718 dan 1874.

Rice menyoroti peristiwa-peristiwa yang sebelumnya terjadi di Korut. Sejak roket diluncurkan pada 2006 dan 2009, uji coba roket itu selalu diiringi dengan uji coba nuklir.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton sudah menegaskan, China dan sejumlah negara lain di DK PBB akan memberikan tekanan terhadap Korut bila Korut melancarkan provokasi baru. Clinton juga berharap, kepemimpinan yang baru di Korut dapat membawa negaranya ke sebuah era baru meski mereka sudah meluncurkan roketnya.

Media China sebelumnya mengutarakan sikap frustasinya dengan Korut meski kedua negara itu adalah negara sahabat. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »