Partai Suu Kyi Siap Boikot Parlemen

Jum'at, 20 April 2012 17:02 wib | Fajar Nugraha - Okezone

Suu Kyi saat kampanye (Foto: AP) Suu Kyi saat kampanye (Foto: AP) YANGON - Partai oposisi Myanmar Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), mempertimbangkan untuk melakukan aksi boikot terhadap parlemen. Partai pimpinan Aung San Suu Kyi ini merasa keberatan pada beberapa kata dalam konstitusi Myanmar.


Rencana ini menjadi sebuah tanda bahwa NLD dan pemerintah reformis Myanmar memiliki perbedaan pendapat yang cukup mencolok. Meskipun saat ini pemerintahan baru Myanmar yang dipimpin Presiden Thein Sein, memperlihatkan perubahan di negara yang dahulu dikuasai junta militer itu.

Akar perbedaan ini terletak dari permintaan NLD kepada pemerintah untuk merubah kata "menjaga" menjadi "menghormati" konstitusi Myanmar. Kata tersebut sedianya akan diucapkan pada pengambilan sumpah anggota baru parlemen.

"Pejabat pada pembahasan konstitusi menolak untuk merubah kata tersebut. Jadi, kami akan membahasnya lagi di lain waktu, pada kantor kami," ungkap politisi Partai NLD, seperti dikutip Reuters, Jumat (20/4/2012).

"Apakah kami akan menghadiri parlemen, semua itu tergantung dari hasil rapat. Kami belum belum membuat keputusan hingga saat ini," imbuhnya.

NLD menginginkan Presiden Thein Sein mengatasi masalah ini. Namun saat ini, mantan jenderal tersebut tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.

Partai NLD berhasil meraih 43 dari 44 kursi yang diperebutkan dalam pemilu sela 1 April lalu. Mereka menjadi sosok partai oposisi dalam Parlemen Myanmar yang dipenuhi oleh mantan anggota militer, yang kini berubah sebagai warga sipil.
(faj)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »