Presiden Myanmar Thein Sein (Foto: Bloomberg)
YANGOON - Presiden Myanmar Thein Sein mengatakan, ia tidak memiliki rencana untuk mengubah sumpah jabatan yang diperdebatkan oleh Tokoh Demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi. Meski Suu Kyi telah memboikot pertemuan parlemen yang berlangsung hari ini.
"Saya menyambut baik kemenangan Suu Kyi di parlemen. Namun apakah ia akan menghadiri pertemuan tersebut di parlemen itu, semua kembali pada keputusannya," ujar Presiden Thein Sein seperti dikutip AFP Senin, (23/4/2012).
Partai yang dipimpin Suu Kyi, Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) sebelumnya dikabarkan menginginkan adanya perubahan kata-kata dalam sumpah jabatan anggota parlemen.
NLD menginginkan kata "menjaga konstitusi" dirubah menjadi "menghormati konstitusi". Menurut NLD kata "menjaga" justru menjadi simbol dari rezim militer yang berkuasa selama puluhan tahun di negara itu.
"Tidak ada yang harus diubah. Kami ingin bekerja sama dengan Suu Kyi, menuju arah yang sama demi kepentingan rakyat," tegas Presiden Thein Sein.
Selain itu Presiden Thein Sein mengatakan, Pemerintah Myanmar yang dipimpinnya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Suu Kyi untuk duduk di kursi pemerintahan. Namun, ditegaskan Presiden Thein Sein, Suu Kyi harus menentukan prioritasnya.
"Suu Kyi harus membuat keputusan sendiri. Ia harus bekerja untuk rakyat, bukan sekedar untuk partainya sendiri," imbuhnya. (rhs)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Kamis, 20 Juni 2013 03:04 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 21:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 19:01 WIB