NASIONAL

Istana Minta Kasus Penjualan Organ TKI Tak Dipolitisir

Selasa, 24 April 2012 14:19 wib
Susi Fatimah - Okezone
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone) Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, meminta kasus dugaan penjualan organ tubuh tenaga kerja Indonesia (TKI), Muhamad Isha, tidak dikaitkan hubungan antara Indonesia dan Malaysia.

"Kalau memang betul ada unsur kriminal dan terbukti, tentu pemerintah harus mengambil tindakan. Bukan dikaitkan dengan hubungan bilateral kedua negara," ujar Julian di Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Menurut Julian, perlu kehati-hatian dalam mengungkap kasus tersebut. Hal itu karena menyangkut hubungan dua negara. "Kita harus tahu jalur diplomatik. Bagaimanapun kita harus hati-hati karena ini kan menyangkut hubungan baik kedua negara,  yang sangat penting bagi kita semua baik bagi masyarakat Indonesia maupun Malaysia," tuturnya.

Julian menegaskan persoalan penegakan hukum dan keadilan untuk warga negara pasti akan dilakukan. "Kita tunggu bagaimana penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.

Sebelumnya, keluarga dari tiga orang Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok Timur menduga ada indikasi praktik jual-beli organ tubuh karena adanya jahitan pada kedua mata, di dada, dan perut korban. Mata dan organ dalam jasad itu diduga telah diambil.

Tiga TKI yang tewas dalam penembakan itu, Mad Noor (28), warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, dan Herman (34) serta Abdul Kadir Jaelani (25). Herman dan Jaelani keduanya adalah  paman dan keponakan, warga Dusun Pancor Kopong Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten  Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
(ful)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป