Foto : Pasukan AS (IST)
TEHERAN - Pejabat militer Iran Brigadir Jendral Ahmad Reza Pourdastan mengatakan, para pejabat Amerika Serikat (AS) selalu memberlakukan kebijakan agresif dan melakukan perang informasi. Pourdastan menilai, sikap AS akan menciptakan ancaman di penjuru dunia.
Menurut Pourdastan, Presiden AS Barack Obama menggunakan perang melawan teror sebagai dalih untuk mengerahkan pasukan ke Afghanistan dan Pakistan. Saat ini, AS juga tampak mencoba untuk meningkatkan persenjataannya untuk menghadirkan militernya di sejumlah wilayah di belahan dunia ini. Demikian seperti diberitakan IRNA, Selasa (24/4/2012).
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ramin Mehmanpparast juga mengatakan, keberadaan pasukan asing di sejumlah wilayah di dunia ini merupakan masalah keamanan utama. Mehmanparast juga tampak khawatir dengan keberadaan pasukan AS di Afghanistan.
Menurut Iran, solusi yang tepat untuk menjaga keamanan global adalah menarik pasukan di negara-negara yang didudukinya. Iran juga selalu mencermati proses pembangunan di negara-negara berkembang dan siap untuk menjalin kerja sama.
Pourdastan mengutarakan perkataan itu dalam peringatan Operasi Cakar Elang. Operasi Cakar Elang atau yang disebut dengan nama Operasi Cahaya Malam adalah operasi militer yang dilakukan AS di bawah kepemimpinan Jimmy Carter. Operasi tersebut ditujukan untuk menyelamatkan 53 warga AS yang disandera di kantor Kedutaan Besar AS di Teheran pada 24 April 1980. (AUL)
getting time ...
Belajar bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang manfaat yodium bagi wanita hamil dan masalah penghindaran pajak di Eropa.
Victims of the cholera epidemic in Haiti have given the United Nations a 60 day deadline to start talks about compensation or face legal action.
Rabu, 22 Mei 2013 23:06 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 21:01 WIB
Rabu, 22 Mei 2013 19:03 WIB