DUNIA
Peringati Tragedi Holocaust, Obama Kecam Iran & Suriah
Selasa, 24 April 2012 10:37 wib
Khairisa Ferida - Okezone
Presiden AS Barack Obama (Foto: AFP)
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan ia bersedia melakukan apapun untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa Holocaust di masa depan. Di saat bersamaan pun, Obama melontarkan kecaman terhadap Iran dan Suriah.
"Kedaulatan nasional bukanlah sebuah lisensi untuk melakukan pembantaian terhadap rakyat. Pencegahan terhadap tindakan genosida adalah tujuan utama kita," ujar Presiden Barack Obama, seperti dikutip The Nation Selasa, (24/4/2012).
Pernyataan Obama itu disampaikannya dalam rangka peringatan tragedi Holocaust di Holocaust Memorial Musem di Washington, AS. Holocaust dikenal sebagai penindasan dan pembantaian Nazi terhadap warga Yahudi, semasa Perang Dunia II.
Pada pidatonya, Obama juga menyinggung rezim yang tengah berkuasa di Iran dan Suriah yang dinilainya berusaha menindas rakyat di negerinya sendiri. Presiden Obama bahkan menegaskan, rezim di kedua negara tersebut telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, kekejaman dan genosida.
Karena alasan itu pula Obama mengumumkan, AS akan menjatuhkan sanksi tambahan kepada Iran dan Suriah.
"Saya telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang akan memberi kewenangan untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Iran dan Suriah," tegas Presiden Obama.
Sementara itu dalam pernyataannya obama juga menegaskan, kendati terdapat perbedaan pendapat dengan Israel dalam menyikapi program nuklir Iran, AS akan tetap berada di pihak Israel.
"Saya tegaskan bahwa AS akan selalu berada di pihak Israel. Saya telah bersumpah terkait dengan hal ini. Saya akan selalu mengingat pernyataan seorang warga Yahudi yang mengatakan bahwa Israel adalah satu-satunya negara Yahudi yang kita miliki," imbuhnya.
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad selama ini diketahui sebagai penentang utama sejarah Holocaust dengan menyebutnya sebagai bagian dari agenda kolonialis. Ahmadinejad mengatakan, peristiwa Holocaust sebenarnya tidak pernah terjadi dan ini hanyalah salah satu upaya Israel untuk menekan Palestina. (rhs)
Berita Selengkapnya Klik di Sini