Israel: Masa Depan Palestina Tak Boleh Seperti Keju Swiss

Rabu, 25 April 2012 07:19 wib | Aulia Akbar - Okezone

Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu (national confidential) Foto : PM Israel Benjamin Netanyahu (national confidential) YERUSALEM - Untuk yang pertama kalinya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengutarakan dukungannya atas pembentukan Negara Palestina. Netanyahu mengatakan, masa depan Palestina tidak boleh seperti keju Swiss.

Ucapan Netanyahu muncul beberapa jam setelah Pemerintah Israel memberlakukan status legal terhadap tiga pos pemukiman di Wilayah Tepi Barat. Sikap Negeri Yahudi itu sangat menuai kecaman dari Palestina dan bahkan komunitas internasional. Palestina khawatir, Israel akan terus membangun pemukiman di wilayah Palestina yang direbut olehnya pada Perang 1967.

Namun ketika ditanya apakah Netanyahu sepakat akan pembangunan Negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, Perdana Menteri Israel itu menjawab, "ya."

"Ya, saya mendukung pembentukan Negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, tidak seperti keju Swiss," ujar Netanyahu, seperti dikutip Reuters, Rabu (25/4/2012).

Sekira 500 ribu warga Israel hidup di Tepi Barat dan Kota Yerusalem Timur yang juga direbut dalam Perang 1967. Wilayah itu nantinya akan menjadi rumah bagi 2,4 juta warga Palestina, oleh karena itulah setiap pembangunan pemukiman di dua wilayah itu kerap menuai kecaman dari sejumlah negara.

Pada Perang 1967, Israel merebut Tepi Barat, Dataran Tinggi Golan, dan Semenanjung Sinai . Perebutan Dataran Tinggi Golan yang dilakukan oleh Israel juga sangat dikecam oleh Suriah dan komunitas internasional. Suriah mengklaim Dataran Tinggi Golan adalah wilayah yang masuk ke dalam kedaulatannya. (AUL)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »