ASIA

China Harap Kedekatan AS dan Myanmar Tidak Mengganggu

Rabu, 25 April 2012 17:16 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : (bloomberg) Foto : (bloomberg)

BEIJING - Diplomat China berharap, kedekatan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Myanmar tidak ditujukan untuk membendung pengaruh China di wilayah Asia.

Media dan para akademisi di China mulai menyuarakan kekhawatirannya akan perbaikan hubungan antara Myanmar dan AS. Hubungan erat itu diprediksi akan mengubah Myanmar sebagai negara yang pro-AS dan menjauh dari China.

Saat sanksi diberlakukan kepada Myanmar, China menjadi sekutu Myanmar yang sangat dekat. China bahkan membantu Myanmar dalam pembangunan infrastruktur, bendungan, serta pipa gas.

"Kami sangat berkepentingan dengan perkembangan situasi di Myanmar, karena hal itu akan berdampak pada situasi keamanan di perbatasan China dan Myanmar," ujar Wakil Menteri Luar Negeri China Cui Tiankai, seperti dikutip Reuters, Rabu (15/4/2012).

China bahkan sudah lama mengalami ketegangan hubungan dengan Myanmar. Warga Myanmar sempat menyuarakan penentangan mereka terhadap pembangunan bendungan di Myitsone. Presiden Myanmar Thein Sein akhirnya mengesampingkan proyek pembangunan itu dan tindakan ini tampak memberi pukulan ke Beijing.

Saat ini, AS, Uni Eropa, Jepang dan sejumlah negara Eropa Barat sudah menangguhkan sanksi terhadap Myanmar, karena negara itu melakukan transisi kekuasaan dari junta militer ke pemerintah sipil. Hal ini juga dianggap sebagai keberhasilan transisi demokrasi yang dilakukan oleh Myanmar.

Utusan AS untuk Myanmar Derek Mitchell mengatakan, negaranya tidak bermaksud untuk mengganggu kepentingan China di Myanmar.

Meski demikian, AS tampak selalu mengkhawatirkan peningkatan kekuatan militer China. AS bahkan memusatkan kebijakan pertahanan barunya ke wilayah Asia. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป