Foto : Mantan PM Ukraina Yulia Tymoshenko terbaring di tempat tidur (Reuters)
MOSKOW - Rusia mendesak Ukraina agar memperlakukan mantan Perdana Menteri Yulia Tymoshenko dengan baik dan manusiawi. Tymoshenko yang sedang ditahan, dikabarkan melakukan aksi mogok makan setelah dipukuli oleh sipir penjara.
"Moskow cukup khawatir dengan laporan media yang menyebutkan, kesehatan mantan Perdana Menteri Tymoshenko menurun dan membutuhkan perawatan medis secepatnya," ujar Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dikutip RIA Novosti, Rabu (25/4/2012).
Pimpinan oposisi Ukraina ditahan selama tujuh tahun atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan. Meski demikian Tymoshenko bersikeras mengatakan, dirinya tidak bersalah.
Rusia dan Uni Eropa menganggap penahanan Tymoshenko sangat bermotif politik. Kedua pihak itu juga menolak pernyataan Pemerintah Ukraina tentang Tymoshenko.
Kementerian Luar Negeri Rusia berharap Pemerintah Ukraina mengambil tindakan untuk selalu mengawasi kondisi Tymoshenko, tanpa memperburuk situasi domestik. Ukraina juga didesak untuk menjamin hak-hak asasi perempuan pirang berusia 51 tahun itu yang masih ditahan.
Tymoshenko yang dikabarkan melakukan aksi mogok makan selama empat hari, mendeskripsikan proses penahanannya adalah taktik politik Presiden Viktor Yanukovych untuk membendung oposisi. Aksi mogok makan itu juga ditujukan untuk menarik perhatian komunitas internasional, tentang keberadaan "kamp konsentrasi" yang didirikan oleh Yanukovych di wilayah Eropa.
Meski demikian, otoritas penjara dan jaksa di Ukraina menampik laporan-laporan yang diutarakan oleh Tymoshenko. Jaksa mengatakan, perlakuan keras yang dilakukan oleh para sipir penjara tidak seperti yang diceritakan oleh Tymoshenko lewat keterangan tertulisnya. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 03:23 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 01:01 WIB
Selasa, 18 Juni 2013 21:01 WIB