DUNIA

Rusia: Oposisi Suriah Gunakan Taktik Teror

Jum'at, 27 April 2012 13:30 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich (mediamax) Foto : Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich (mediamax)

MOSKOW - Rusia menuding oposisi Suriah menggunakan taktik teror dan melakukan pelanggaran perjanjian gencatan senjata, dengan intensitas yang lebih besar dibanding pasukan Suriah.

"Kami mendesak seluruh pihak di Suriah agar menaati peraturan yang berlaku. Meski demikian, oposisi Suriah mulai menggunakan taktik teror dalam skala regional," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/4/2012).

Lukashevic menyebut nama-nama dari sejumlah kelompok oposisi dan menuding adanya keterlibatan negara-negara lain dalam mempersenjatai oposisi Suriah.

"Banyak negara Barat dan negara di kawasan lain membantu oposisi Suriah dengan memberikan bantuan dana dan persenjataan. Hal ini membuat resolusi politik terhadap situasi Suriah makin rumit," imbuhnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut proses gencatan senjata di negara tersebut sangatlah rapuh. Namun saat ini, Prancis justru mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melegalkan intervensi militer ke Suriah bila proses dialog sudah gagal.

Menurut Rusia, intervensi militer merupakan cara yang salah untuk mengatasi krisis Suriah. Rusia mengklaim North Atlantic Treaty Organization (NATO) menyalahkan mandat perang yang diberikan PBB, untuk melindungi warga sipil di Libya. Negeri Beruang Merah pun bersumpah akan tetap menjaga agar tidak ada peperangan di Suriah. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป