ASIA TENGGARA

RI-Australia Operasi Bersama Cegah Pencurian Ikan

Sabtu, 28 April 2012 09:18 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Kapal patroli Australia (Foto: Adelaide Now) Kapal patroli Australia (Foto: Adelaide Now)

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Pertahanan Australia (ADF) melakukan operasi bersama mencegah Penangkapan ikan secara gelap. Operasi itu berakhir di Darwin.


Patroli keamanan maritim terkoordinasi Australia-Indonesia, AUSINDO CORPAT 2012, dimulai dari Kupang, Timor Barat, pada 16 April dan dilakukan di perairan antara Australia dan Indonesia pada 19-27 April 2012. 
Kedua kekuatan militer menyasar eksploitasi sumber daya alam, termasuk penangkapan ikan secara gelap. Operasi tersebut mencakup pesawat terbang, kapal laut dan staf markas besar dari kedua bangsa dalam suatu kelompok tugas tersinkronisasi. 
ADF mengerahkan Kapal Patroli Kelas Armidale, HMAS PIRIE dan pesawat terbang AP-3C Orion. Sementara TNI mengerahkan kapal-kapal angkatan laut KRI KAKAP dan KRI TONGKOL dan kapal terbang CASA NC-212. Operasi bersama tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan bahari terkoordinasi di sepanjang perbatasan maritim, antara Australia dan Indonesia di sekitar Pulau Ashmore (Pasir). 

Selain itu, operasi juga dilakukan untuk meningkatkan keamanan di Garis Penegakan Pengawasan Perikanan Sementara atau Provisional Fisheries Surveillance Enforcement Line (PFSEL) dan Garis Dasar Laut Australia Indonesia atau Australian Indonesian Seabed Line (AISBL). 
"Patroli tersebut memperkukuh kemampuan Australia dan Indonesia untuk mendeteksi dan mencegah kegiatan penangkapan ikan secara gelap di kawasan ini," ujar Komandan Kelompok Tugas ADF Marsekal Pertama Ken Watson dalam keterangan pers yang diperoleh Okezone, Sabtu (28/4/2012).

“Penggabungan keterampilan personel kita di laut, di darat dan di udara membantu memperkuat hubungan kita dan membangun hubungan yang sangat penting dalam memberikan keamanan di perbabatasan maritim kita,” tutur Marsekal Pertama Watson. 
Sementara Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur Indonesia Laksamana Pertama Arie Soedewo menambahkan, patroli tersebut menghadirkan kesempatan yang luar biasa untuk melakukan pertukaran perkembangan gagasan dan keterampilan antara kedua bangsa. 
“Angkatan pertahanan kita sekali lagi telah membuat kemajuan besar untuk meningkatkan prosedur-prosedur keamanan maritim kita, melalui pengembangan teknik komunikasi dan pertukaran informasi,” tutur Laksamana Pertama Arie Soedewo.
(faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.

getting time ...

BACA JUGA ยป