ASIA TENGGARA

PM Malaysia Alami Dilema Pemilu

Senin, 30 April 2012 10:24 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, (AFP) Foto : PM Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak, (AFP)

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak harus memutuskan apakah dirinya akan menggelar pemilihan umum secepatnya setelah kerusuhan terjadi, atau justru menundanya.

"Najib akan menghadapi banyak tekanan dari dalam dan luar Malaysia terkait pelaksanaan pemilu pada tahun ini. Bila dirinya tidak melakukan reformasi, oposisi akan mendapat banyak dukungan dan warga Malaysia akan semakin terpolarisasi," ujar salah seorang pengamat di Singapura Bridget Welsh, seperti dikutip Bloomberg, Senin (30/4/2012).

Pada Desember 2011, Najib mengumumkan, dirinya sudah mempersiapkan pemilu. Pemerintah Malaysia yang didominasi oleh politisi dari Partai Barisan Nasional dipastikan akan menggelar pemilu tahun depan. Namun mereka tampaknya akan berhadapan dengan meningkatnya kekuatan fraksi oposisi yang dipimpin oleh Anwar Ibrahim.

Sebelumnya, Najib mengatakan kepada media lokal Malaysia Bernama, dirinya tidak tahu apakah demonstrasi besar ini akan berpotensi menunda proses pemilu di Negeri Jiran itu. Namun Najib sendiri mengutarakan penyesalannya atas munculnya tindak kekerasan di negaranya.

Seperti diketahui, kekuatan fraksi oposisi Malaysia terlihat semakin kuat. Anwar bahkan mendesak para demonstran agar melakukan perlawanan terhadap kepolisian yang bertugas mengamankan aksi demonstrasi. Anwar bahkan sempat memprediksikan, pemilu Malaysia akan digelar bulan ini atau Juni mendatang.

Dalam melakukan pengamanan, polisi Malaysia tak segan-segan menggunakan water cannon untuk menghadapi warga. Polisi melaporkan, warga melempari mereka dengan botol, sepatu, serta kursi.
Sementara para demonstran mencoba untuk membobol barikade polisi, untuk masuk ke lapangan di mana koalisi Bersih melakukan protes. (AUL)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป