Foto : Gerilyawan Kachin (IST)
BANGKOK - Pasukan Myanmar dikabarkan akan melakukan serangan besar ke markas pemberontak Kachin. Sebanyak 2 ribu pasukan dikerahkan oleh Pemerintah Myanmar ke Kota Laiza, yang merupakan basis pemberontak.
Sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Ban Ki Moon mendesak Myanmar agar segera mengakhiri kekerasan dan perseteruan dengan warga etnis minoritas di negaranya. Namun fraksi pemberontak dari Kachin, Pasukan Pembebasan Kachin (KIA) menuduh Pemerintah Myanmar hendak menggelar operasi militer.
"Mereka (Pemerintah Myanmar) akan menyerang markas Kachin di Kota Laiza. Mereka mengerahkan banyak pasukan dan membawa artileri dalam jumlah yang cukup banyak," ujar pejabat KIA, seperti dikutip AFP, Kamis (3/5/2012).
Pemerintah Myanmar sebelumnya sudah sepakat akan adanya gencatan senjata dengan sejumlah pemberontak etnis. Gencatan senjata itu merupakan satu program dalam reformasi demokrasi di negara yang sempat dipimpin junta militer itu.
Perseteruan antara Myanmar dan Kachin sudah terjadi sejak dulu, komunitas internasional juga melontarkan kecamannya setelah puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal dan hidup sengsara karena peperangan itu.
Pemerintah Myanmar juga dituding sering melakukan pemalsuan informasi terkait Kachin. Mereka menyebut, para pemberontak Kachin kerap melakukan pembunuhan terhadap warga sipil dan bahkan anak-anak, namun KIA menampik tuduhan itu.
"Dalam sejarah kami, kami tidak pernah menyerang warga sipil. Pemerintah Myanmar membuat cerita fiktif ini untuk melegalkan serangan ke wilayah kami," ujar KIA. (AUL)
getting time ...
Belajar Bahasa Inggris melalui dua berita BBC tentang penemuan ratusan cakar beruang dan kasus pencurian bayi di Spanyol.
What are the things in life you can't live without? A survey reveals what British people need.
The BBC gets a royal visitor. Queen Elizabeth officially opens the BBC's new headquarters.
Rabu, 19 Juni 2013 23:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 21:01 WIB
Rabu, 19 Juni 2013 17:02 WIB