ASIA

Kematian Bin Laden Persulit Hidup Dokter Pakistan

Kamis, 03 Mei 2012 14:54 wib
Fajar Nugraha - Okezone
Rumah Osama bin Laden di Pakistan (Foto: Getty Images) Rumah Osama bin Laden di Pakistan (Foto: Getty Images)

ISLAMABAD - Sejak kematian Osama bin Laden, posisi Amerika Serikat (AS) seperti dalam kemenangan. Tetapi hal berbeda justru dialami oleh Shaheena Aziz, seorang dokter yang kehilangan pekerjaannya karena bekerja sama dengan Dinas Intelijen AS (CIA).


Seperti diketahui, CIA membiayai kampanye vaksinasi palsu dalam upayanya memburu pemimpin jaringan terorisme Al Qaeda itu. Kampanye ini dijadikan kedok untuk mengintai keberadaan Osama bin Laden.

Sebuah komite penyelidikan Pakistan telah membuat Aziz dipecat dari pekerjaannya. Pemecatan tersebut dilakukan terhadap 20 petugas medis lainnya yang memegang perannya secara tidak langsung untuk memberikan informasi keberadaan Bin Laden.

Lewat kampanye vaksinasi tersebut, militer AS berhasil mendapatkan DNA yang mengisyaratkan bahwa keluarga terdekat Bin Laden berada di tempat persembunyiannya. Penemuan itu berujung pada kepastian keberadaan Bin Laden yang akhirnya tewas akibat operasi militer yang dilancarkan AS di Abbottabad, 2 Mei tahun lalu.

Sebelum Aziz, Dokter Shakeel Afridi yang menjabat sebagai Ketua Kampanye Vaksinasi, sudah ditangkap oleh pihak keamanan Paksitan. Saat ini, Afridi dihadapkan pada tuduhan pengkhianatan dan minim kemungkinan dirinya bisa lolos dari hukuman gantung.

"Saya bersumpah, saya tidak tahu tujuan utama dari kampanye itu. Saya membanty Afridi karena dia senior saya," ujar Aziz, seperti dikutip Xinhua, Rabu (3/5/2012).

Setelah dianggap terlibat, Aziz kehilangan lisensinya untuk bekerja. Hidupnya jauh lebih sulit dan kondisi keuangannya, saat ini, terus memburuk. Lebih parah lagi, keluarga serta temannya mulai membenci karena perannya bersama CIA.
(faj)

Berita Selengkapnya Klik di Sini
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
BACA JUGA ยป